Deretan Bangunan Warisan Belanda Terkenal Angker, Ada Penampakan Serdadu Tanpa Kepala

Natalia Christine, Jurnalis · Senin 01 Maret 2021 21:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 408 2370475 deretan-bangunan-warisan-belanda-terkenal-angker-ada-penampakan-serdadu-tanpa-kepala-TJoFWvhnkS.JPG Museum Fatahillah Jakarta, salah satu bangunan peninggalan Belanda yang dikenal angker (Foto: Instagram/@fianbkl)

INDONESIA pernah mengalami masa penjajahan oleh sejumlah negara dan yang paling lama adalah Belanda, yaitu sekitar 3,5 abad lamanya. Pada masa penjajahan Belanda, pemerintah kolonial banyak mendirikan bangunan di Indonesia.

Hingga kini bangunan kuno tersebut masih berdiri bahkan dikenal angker. Mesi demikian bangunan-bangunan tersebut tetap menjadi magnet dan ramai dikunjungi wisatawan.

Berikut Okezone telah merangkum bangunan peninggalan Belanda yang konon dikenal angker lantaran menyimpan kisah mistis.

Benteng Van Den Bosch

Benteng yang pernah dikunjung oleh Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana ini dibangun pada tahun 1839 sampai 1845 di bawah pimpinan Van Den Bosch. Sebelum dibangun menjadi sebuah benteng, tempat ini pernah digunakan untuk pusat pertahanan Belanda saat perang Diponegoro pada abad ke-19.

Pada tahun 1845, benteng ini selesai dibangun dan ditempati oleh 250 orang tentara bersenjata bedil serta 60 orang kavaleri di bawah pimpinan Van Den Bosch. Bangunan yang terletak di Kelurahan Pelem, Ngawi, Jawa Timur ini menyimpan kisah seram yang paling terkenal yaitu seringkali muncul penampakan rombongan serdadu Belanda sedang berbaris tanpa kepala!

Benteng Van den Bosch

(Foto: Instagram/@danarsibolang_)

“Ada tol trans jawa, Surabaya-Ngawi hanya 2jam, wajib lah main ke sini. Kalo pas sepi kayak gini, merinding2 gimanaaa gitu 😁,” tulis pemilik akun instagram @novian_kuncohadi.

Selain itu juga terdapat makam KH. Muhammad Nursalim yang merupakan salah satu pengikut Pangeran Diponegoro. Saat itu, Nursalim tertangkap oleh Belanda, lalu dibawa ke benteng tersebut. Kemudian, di sebelah selatan benteng terdapat dua buah sumur yang pernah digunakan Belanda untuk membuang jenazah korban tahanan serta para pekerja rodi masa itu.

Bangunan ini banyak dikunjungi oleh wisatawan untuk berburu foto serta mengetahui sejarah tentangan benteng tersebut. Jika ingin berwisata ke tempat ini, Anda bisa mengunjunginya mulai pukul 08.00 sampai 17.00 WIB dan dibuka setiap hari. Harga tiket yang dikenakan cukup terjangkau yaitu sebesar Rp5.000.

Museum Fatahillah

Terletak di Kawasan Kota Tua Jakarta, museum yang masih berdiri hingga kini mulanya merupakan sebuah Balai Kota yang diresmikan pada tahun 1710 oleh Abraham Van Riebeeck. Lalu mengalami beberapa kali perubahan fungsi hingga kini menjadi sebuah Museum Fatahillah.

Banyak misteri yang tersembunyi di balik bangunan tersebut. Mulai dari suara tangisan, amis darah, bau anyir, hingga penampakan sosok yang berulang kali terlihat. Kabarnya juga, terdapat penampakan berwujud anak kecil serta pria dan wanita yang mengenakan pakaian Belanda dikawasan tersebut.

Museum Fatahillah

(Foto: Instagram/@toro_arifian7)

Musuem dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi ini memiliki ruangan penjara bawah tanah. Penjara tersebut dibagi menjadi dua, yakni untuk wanita dan pria. Banyak tahanan yang diperlakukan dengan tidak semestinya di penjara bawah tanah ini. Para tahanan dibiarkan kelaparan dan disiksa hingga meninggal dunia.

Kini, museum tersebut banyak dikunjungi oleh wisatawan dan telah menjadi tempat wisata. Tiket masuk yang dikenakan yaitu sebesar Rp5.000. Tempat wisata ini dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Benteng Fort Willem I

Benteng yang terletak di Semarang, Jawa Tengah ini lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Benteng Pendem Ambarawa. Pendem dalam bahasa Jawa memiliki arti terpendam. Disebut pendem karena bangunan ini terletak dibawah tanah.

Bangunan ini mulai didirikan tahun 1843 dan selesai pada tahun 1845. Benteng ini memiliki keunikan tersendiri dari benteng lainnya. Terdapat partit tembok berlubang yang digunakan untuk meriam. Dinding bangunan yang terlihat hancur, menarik wisatawan untuk berfoto di sekitarnya.

Benteng Fort Willem I

(Foto: Instagram/@bakti_99)

Dinding tersebut dinilai menambah nilai estetika pada saat berfoto. Banyak wisatawan yang datang untuk berkeliling serta mengabadikan momen di tempat ini. Harga tiket yang dikenakan untuk memasuki wilayah ini sebesar Rp5.000. Jam operasionalnya dimulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Benteng ini merupakan salah satu bekas penjara yang digunakan Belanda untuk menahan tahanan. Kabarnya, sering terdapat penampakan kepala tahanan yang digantung. Walau demikian, bangunan ini pernah dijadikan sebagai tempat syuting film Soekarno yang disutradarai Hanung Bramantyo.

Benteng Vastenburg

Bangunan yang terletak di Kota Solo ini dibangun pada tahun 1745 atas perintah Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff.

Benteng Vastenburg

(Foto: Instagram/@alghazalimustaffa)

Benteng ini meninggalkan kisah misteri yang dirasakan oleh warga sekitar. Pada bangunan ini terdapat ruang bawah tanah, yang konon digunakan untuk menahan dan menyiksa tahanan.

Menurut pengakuan wisatawan, sering terdengar suara-suara jeritan dari ruang bawah tanah tersebut. Suara tersebut diyakini berasal dari para korban penyiksaan Belanda. Selain itu juga, sering tercium aroma amis darah hingga penampakan noni Belanda yang sering menampakkan dirinya di depan bangunan.

Pada masanya benteng yang berada di Kelurahan Kedung Lumbu, kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah ini digunakan sebagai pusat garnisun serta bagian dari pengawasan Belanda terhadap penguasa Surakarta.

Setelah kemerdekaan, bangunan ini sempat digunakan sebagai markas TNI untuk mempertahankan kemerdekaan. Tak lama kemudian, benteng ini kosong dan jadi sarang semak belukar. Pada 2014, tempat ini mulai ditata serta dicat ulang dengan warna putih.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini