Ini 17 Situs Cagar Budaya yang Bisa Dikunjungi di Pasaman

Antara, Jurnalis · Rabu 03 Maret 2021 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 408 2371055 ini-17-situs-cagar-budaya-yang-bisa-dikunjungi-di-pasaman-OwALziJRNW.jpg Museum Tuanku Imam Bonjol di Pasaman, Sumatera Barat (Instagram @ariezzidane)

PEMERINTAH Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, mengelola 17 situs cagar budaya yang terletak di 12 kecamatan, salah satunya situs cagar budaya milik Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Cagar budaya ini jadi objek wisata sejarah.

"Dari data yang diperoleh ada sekitar 17 situs cagar budaya di 12 kecamatan, dan masih banyak lagi situs cagar budaya yang belum terdeteksi sejarahnya," kata Pelaksana tugas Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pasaman Kasmawita di Lubuk Sikaping, Selasa (2/3/2021).

Baca juga: 7 Tempat Wisata Sejarah di Solo, dari Keraton hingga Monumen Pers

Ke 17 benda-benda situs cagar budaya itu antara lain Komplek Candi Tanjung Medan, Candi Pancahan, Situs Parasti Kubu Sutan, Situs Arca Dwarapala, Benteng Amoregen, Makam Anak dan Istri Tuanku Imam Bonjol, Benteng Bukit Takjadi, Rumah Adat Rajo Sontang.

Surau Rajo Sontang, Situs Candi Koto Rao, Makam Gumalo Ameh dan Siambun, Prasasti Ganggo Hilia, Meriam Tuanku Imam Bonjol, Makam Bagindo Suman, Makam Puti Sangka Bulan Jo Rajo Syah, Museum Tuanku Imam Bonjol.

 

Ia mengatakan dari 17 situs cagar budaya itu, satu di antaranya milik Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yakni Museum Tuanku Imam Bonjol.

Baca juga: Museum Satria Mandala Jadi Saksi Sejarah Perjuangan TNI

Pihaknya saat ini masih menunggu hibah aset Museum Tuanku Imam Bonjol dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ke Pemerintah Kabupaten Pasaman.

Setelah dihibahkan ke Pemerintah Kabupaten Pasaman, maka nantinya bisa untuk melakukan pemeliharaan non fisik Museum Tuanku Imam Bonjol, sesuai dengan kondisi anggaran yang dimiliki.

Museum Tuanku Imam Bonjol ini direncanakan akan dijadikan Museum Dunia.

Ia menambahkan sebelum kasus COVID-19 masuk ke Indonesia, jumlah kunjungan wisatawan ke situs cagar budaya selama 2019 mencapai 2.900 orang, tahun 2020 mencapai 1.820 orang.

Pada Mei-Oktober 2020 kunjungan wisata ke situs cagar budaya sempat ditutup total, karena waktu itu awal mulai munculnya kasus COVID-19.

Oktober 2020- Febuari 2021 situs cagar budaya dibuka kembali, untuk masuk ke lokasi gratis dan pengunjung tetap mematuhi peraturan kesehatan COVID-19.

Ia mengimbau para pengunjung agar selalu menjaga dan ikut melestarikan situs cagar budaya sebagai aset sejarah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini