Berkunjung ke Candi Plaosan, Artefak Paling Romantis di Jawa Tengah

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Rabu 03 Maret 2021 08:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 408 2371170 berkunjung-ke-candi-plaosan-artefak-paling-romantis-di-jawa-tengah-NmAMpvYF2F.jpg Wisata Candi Plaosan. (Foto: Instagram masmeya)

CANDI Plaosan yang juga dikenal dengan sebutan 'Kompleks Plaosan' merupakan candi yang terletak di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Lokasinya tepat berada 1 Km dari Candi Prambanan.

Candi ini unik karena merupakan perpaduan dari ajaran Hindu dan Buddha, yang kaya akan sejarah dan cerita di baliknya. Berikut pesona dan fakta Candi Plaosan yang dikutip Okezone dari berbagai sumber.

Cara kesana dan biaya masuk

candi

(Foto: Instagram pinkeyxoxo)

Candi Plaosan dibuka setiap hari dari hari Senin sampai hari Minggu yaitu mulai pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB. Untuk tiket masuknya yaitu sebesar 5000 rupiah dan biaya parkir sebesar 3000 rupiah untuk sepeda dan sepeda motor, dan 5000 rupiah untuk mobil. Waktu yang disarankan untuk mengunjungi candi ini adalah pada pagi hari karena pengunjung bisa melihat sunrise yang cantik dari balik candi. Selain itu, pengunjung juga bebas bersepeda mengitari kompleks candi ini.

Untuk menuju lokasi, jalur yang ada relatif nyaman untuk diakses kendaraan. Lebih mudah menggunakan patokan Bandara Adisutjipto ke timur lewat Jalan Raya Solo - Jogja. Sesampainya di Pasar Prambanan, terus ke timur menuju dua perempatan dan berada di Stasiun Brambanan. Dari sini, Anda akan langsung menemukan lokasinya.

Baca Juga: Fakta Menarik Candi Gedong Songo, Saksi Bisu Hanoman Kubur Hidup-Hidup Dasamuka

Dibagi menjadi dua kompleks

Candi ini dibagi menjadi dua kompleks yaitu Plaosan Lor (utara) dan Plaosan Kidul (selatan). Kompleks Candi Plaosan Lor memiliki dua candi utama. Candi yang terletak di sebelah kiri (di sebelah utara) dinamakan Candi Induk Utara memiliki relief yang menggambarkan tokoh-tokoh wanita, dan candi yang terletak di sebelah kanan (selatan) dinamakan Candi Induk Selatan dengan relief menggambarkan tokoh-tokoh laki-laki.

Sedangkan Candi Plaosan Kidul belum diketahui memiliki candi induk. Pada kompleks ini terdapat candi dan stupa yang sebagian di antaranya telah dipugar. Kedua candi tersebut memiliki teras bujur sangkar yang dikelilingi oleh tembok, sebuah tempat untuk meditasi di bagian barat dan kubah di sisi lainnya.

“Candi plaosan ini sangat menarik karena memiliki dua candi induk. Candi induk ini sama bentuknya jadi masyarakat sekarang pun mengenalnya dengan candi kembar,” kata Wahyu Kristanto, Pengkaji Pelestari Cagar Budaya yang dikutip dari channel Youtube Satumedia TV pada 9 Juli 2017.

Candi paling romantis

Dilansir dari laman Yogyakarta Tours, candi ini dibangun oleh raja keenam Kerajaan Mataram Kuno, Rakai Pikatan, untuk salah seorang permaisurinya bernama Pramudyawardani. Uniknya, keduanya memiliki agama yang berbeda. Rakai Pikatan beragama Hindu sedangkan Pramudyawardani beragama Budha yang mana jarang terjadi pada saat itu.

Saat itu mereka juga tidak disetujui oleh orangtuanya karena perbedaan prinsip, budaya dan agama. Namun, perbedaan agama dan ideologi tidak bisa memisahkan mereka, melainkan saling mendukung dan menguatkan satu sama lain. Kemudian mereka membangun candi plaosan yang menjadi simbol keabadian cinta mereka yang sekarang dikenal sebagai perpaduan antara hindu dan Buddha.

 

Festival Candi Kembar

Festival Candi Kembar merupakan acara tahunan yang menampilkan berbagai macam tarian dari seluruh nusantara. Festival ini merupakan satu-satunya festival budaya skala besar yang diadakan di Klaten. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian gabungan desa wisata yang bekerja sama dengan ISI Surakarta.

Bupati Klaten Sri Hartini mengapresiasi kegiatan yang berlangsung di Bugisan ini. Ia berharap kegiatan yang akan berlangsung di sekitar satu bulan ini menjadi salah satu bentuk promosi potensi wisata yang ada di wilayah tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini