Habib Meninggal Dunia, Pesawat Ini Langsung Mendarat Darurat

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Rabu 03 Maret 2021 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 406 2371436 habib-meninggal-dunia-pesawat-ini-langsung-mendarat-darurat-aFi181VCKD.jpg ilustrasi (stutterstock)

PESAWAT IndiGo yang terbang dari Kota Sharjah, Uni Emirat Arab menuju Lucknow, India, mendarat darurat di Karachi, Pakistan, pada Selasa, karena seorang penumpang bernama Habib ur Rehman, sakit parah lalu meninggal dunia dalam penerbangan.

"IndiGo penerbangan 6E 1412 dari Sharjah ke Lucknow dialihkan ke Karachi karena keadaan darurat medis. Sayangnya, penumpang tidak dapat dihidupkan kembali dan dinyatakan meninggal pada saat kedatangan oleh tim medis bandara," bunyi pernyataan resmi maskapai itu seperti dilansir dari NDTV, Rabu (3/3/2021).

Baca juga:  Iyuh, Ini Lho 8 Spot Paling Jorok di Pesawat

Seorang pejabat Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan mengatakan izin pendaratan diberikan kepada kapten penerbangan IndiGo 6E1412 menuju Lucknow, setelah seorang penumpang lanjut usia - yang diidentifikasi sebagai Habib ur Rehman yang berusia 67 tahun - jatuh sakit parah.

Dikutip dari Hindustan Times, pejabat Pakistan itu mengatakan bahwa permintaan pendaratan darurat diterima segera setelah pesawat memasuki wilayah udara Pakistan melalui Iran pada pukul 4 pagi.

 

"Kapten menghubungi menara pengawas udara dan meminta agar pesawat diizinkan melakukan pendaratan darurat dengan alasan kemanusiaan," katanya.

Izin diberikan dan pesawat mendarat sekitar jam 5 pagi.

Pejabat itu mengatakan bahwa pada saat tim medis naik ke pesawat untuk merawat penumpang tersebut, dia telah meninggal.

Baca juga:  Ini Jet Paling Laris di Dunia

"Penerbangan diizinkan lepas landas sekitar pukul 8.36 pagi menuju Ahmedabad setelah menyelesaikan semua formalitas," tambah pejabat itu. Pihak maskapai kemudian menyampaikan belasungkawa kepada keluarga penumpang.

Pakistan membuka kembali wilayah udaranya untuk penerbangan sipil internasional pada Juli 2019 setelah berbulan-bulan pembatasan diberlakukan karena ketegangan dengan India, yang memaksa jalan memutar yang memakan biaya jutaan dolar.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini