5 Temuan Mengagumkan di Antartika, Tengkorak Lonjong hingga Meteorit dari Planet Mars

Fatha Annisa, Jurnalis · Rabu 03 Maret 2021 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 406 2371477 5-temuan-mengagumkan-di-antartika-tengkorak-lonjong-hingga-meteorit-dari-planet-mars-cZGYzz1U2z.JPG Tengkorak lonjong di Antartika (Foto: Snopes)

ANTARTIKA merupakan benua paling ujung selatan bumi. Hampir seluruh bagian Antartika merupakan es, yang membuatnya menjadi bagian terdingin di dunia. Suhu di kawasan ini bisa mencapai minus 50 derajat celsius. Bahkan suhu itu pernah ada di angka minus 89 derajat celsius.

Wilayah Antartika tidak memiliki penduduk, hanya ada gerombolan penguin yang hidup nyaman dan beberapa peneliti yang tengah melakukan riset. Tidak ada negara maupun zona waktu di benua itu. Hal ini membuat Antartika selalu menarik untuk dibicarakan.

Terlepas dari keunikannya, Antartika juga menyimpan kisah-kisah menarik. Ada beberapa hal aneh yang ditemukan di wilayah kutub selatan bumi ini. Dirangkum dari beberapa sumber, berikut 7 penemuan paling mengejutkan di Antartika:

1. Tengkorak manusia berbentuk lonjong

Penemuan paling mengejutkan bagi para peneliti terjadi pada tahun 2014 lalu. Dikutip dari channel YouTube Bicara Indonesia, sekumpulan peneliti berhasil menemukan tiga tengkorak manusia di Antartika. Anehnya, tengkorak tersebut berbentuk lonjong, tidak seperti bentuk tengkorak manusia pada umumnya.

Tengkorak Lonjong

(Foto: eleonoraescalantestrategy)

Tengkorak itu menjadi kerangka manusia pertama yang ditemukan di Antartika. Jika ingin dibandingkan, tengkorak itu serupa dengan tengkorak yang ditemukan di Piramida Mesir. Peneliti lantas mengambil kesimpulan bahwa pernah ada hubungan antara Afrika, Amerika Utara, serta antartika.

2. Fosil hewan purba

Pada tahun 2009, para ilmuwan menemukan fosil hewan yang ukurannya menyerupai seekor kucing. Diketahui, hewan itu hidup sekitar 250 juta tahun yang lalu. Ia diklasifikasikan sebagai kerabat jauh mamalia modern, tapi anehnya bisa bertelur. Analisa awal mengatakan bahwa hewan tersebut merupakan spesies yang selamat dari kepunahan massal akibat pemanasan global, yaitu dengan bermigrasi dari Afrika ke Antartika.

Sejak tahun 1980-an, fosil hewan purba seperti dinosaurus sering ditemukan di Antartika. Fosil-fosil tersebut berusia rata-rata lebih dari 1,7 juta tahun. Kebanyakan fosil yang ditemukan adalah burung raksasa dan hewan laut purba. Penemuan tersebut membuat peneliti menyimpulkan bahwa dinosaurus hidup di bumi sekitar 70 hingga 200 juta tahun lalu, ketika suhu bumi masih lebih hangat dari sekarang dan daratan di bumi masih berupa satu-kesatuan.

3. Air terjun berdarah

Sebelumnya dikatakan bahwa hampir seluruh bagian Antartika berupa es. Hal itu tentu membuat wilayah Antartika seluruhnya berwarna putih. Nyatanya, ada gletser di sekitar Antartika yang berwarna merah cerah menyerupai darah bernama Gletser Taylor.

Gletser taylor

(Foto: mybestplace)

Sumber mata air dari air terjun tersebut adalah sebuah danau air asin yang mengandung garam lebih banyak empat kali lipat dari kadar garam di laut. Warna merah dalam aliran yang membeku pada gletser tersebut muncul karena memiliki kandungan besi oksida dalam jumlah besar.

4. Lembah tergersang di dunia

Siapa sangka jika wilayah paling banyak memiliki es di dunia juga memiliki tempat paling gersang di dunia? Ya, di Antartika terdapat sebuah lembah kering yang disebut Dry Valley. Dry Valley ditemukan pada tahun 1903. Kelembaban pada lembah tercatat sangat rendah dan hampir tidak ada salju di sana.

Dry Valley

(Foto: Oceanwide Expeditions)

Kondisi angin yang sangat ekstrem menyebabkan lembah tersebut tidak pernah diguyur hujan selama 2 juta tahun. Keringnya Dry Valley serupa dengan konidisi yang hanya dapat ditemui di Planet Mars.

5. Meteorit

Beberapa ilmuwan NASA yang bekerjasama dengan Universitas Stanford menemukan sebuah meteorit kuno di Antartika sekitar tahun 2015 silam.

Meteorit Antartika

(Foto: Katherine Joy)

Ukurannya menyerupai kentang dan diyakini terlempar dari Planet Mars, sebelum jatuh di Antartika. Disebutkan bahwa meteorit itu memiliki sampel fosil mikroba kuno yang berasal dari Planet Mars.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini