Corona Genap Setahun, Kunjungan Wisatawan ke Pasaman Anjlok 95 Persen

Antara, Jurnalis · Rabu 03 Maret 2021 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 406 2371683 corona-genap-setahun-kunjungan-wisatawan-ke-pasaman-anjlok-95-persen-viMyAIA20b.JPG Sungai Nagari Talu, objek wisata alam di Pasaman, Sumbar (Foto: Instagram/@rian_afrian)

JUMLAH kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat tercatat menurun 95 persen dari 29.561 orang pada 2019 menjadi 617 orang saja pada 2020. Hal itu lantaran pandemi Covid-19 masih belum kunjung mereda.

Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Olahraga dan Pariwisata Pasaman, Ahmad Bukhari mengungkapkan, merosotnya kunjungan wisatawan itu langsung berdampak terhadap penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pasaman dari sektor pariwisata.

Baca juga: Intip Kemegahan Candi Ratu Boko, Bangunan Peninggalan Mataram Kuno

"Bahkan roda perekonomian masyarakat juga ikut terganggu karena banyak masyarakat yang bergantung hidup dari berdagang dan membuka usaha lain seperti souvenir dan oleh-oleh di sekitar objek wisata ikut terganggu," tuturnya.

Ahmad menambahkan, penurunan kunjungan ini karena sejak Hari Raya Idul Fitri 2020 sampai Tahun Baru 2021 semua objek wisata di daerah itu ditutup untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Penutupan tempat pariwisata itu atas instruksi pemerintahan pusat yang dijalankan hingga daerah, sehingga keadaannya hampir sama di seluruh Indonesia. Penutupan objek wisata kata dia, juga berdampak pada bisnis perhotelan, traveling, home stay dan rumah makan ikut mengalami penurunan omset.

Baca juga: 172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Muncul Tiba-Tiba

Sebelum pandemi Covid-19 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman bisa menarik PAD sebanyak Rp20 juta per tahun dari dua objek wisata yang dikelola Pemda yakni Taman Wisata Equator dan Rimbo Panti.

Pada kedua objek wisata itu setiap pengunjung dikenakan tarif Rp5.000 per orang. Bahkan setiap tahun diselenggarakan even nasional di kawasan Equator sehingga banyak wisatawan mancanegara berkunjung seperti dari Australia, Belanda, Malaysia dan Cina.

Sementara delapan objek wisata lain juga ramai namun yang mengelola adalah pihak swasta. Delapan objek wisata yang dikelola pihak swasta itu antara lain Puncak Tonang, Kabun Limau, Ambun Water Park, Puncak Koto Panjang, Bukit Kumayan, Puncak Teletubbies, Puncak Mohne dan Ikan Larangan.

Kendati saat ini kawasan wisata sudah mulai dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, namun tingkat kunjungan belum pulih seperti sedia kala. Kebanyakan pengunjung masih ragu dan takut berada di objek wisata.

Dirinya berharap tahun ini pandemi Covid-19 berakhir sehingga pariwisata dapat kembali bergairah dan PAD sektor pariwisata pun meningkat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini