Kasus Corona di Bali Menurun, Sandiaga Uno Beri Sinyal Buka Travel Bubble

MNC Media, Jurnalis · Rabu 03 Maret 2021 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 406 2371697 kasus-corona-di-bali-menurun-sandiaga-uno-beri-sinyal-buka-travel-bubble-jEgZzYHe1C.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Instagram/@sandiuno)

KASUS virus corona alias Covid-19 yang terus menunjukkan tren penurunan dalam sepekan terakhir. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyebut, fakta tersebut sebagai bukti siap dibukanya travel bubble di Bali.

Konsep pariwisata yang dibalut dalam program free covid corridors itu disampaikan Sandiaga akan diujicobakan di dua destinasi unggulan, Bali, yakni Nusa Dua dan Ubud dalam waktu dekat.

Kepercayaan diri itu disampaikannya dalam rapat koordinasi bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Luar Negeri, Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo serta sejumlah duta besar yang digelar secara virtual pada Rabu (3/3/2021).

"Kami baru saja menyelesaikan rapat koordinasi dengan Sekjen Kemenlu bersama-sama dengan kehadiran duta besar negara yang merupakan market-market besar, seperti Eropa, Timur Tengah, Asia dan Australia," sebutnya.

Baca juga: Sandiaga Uno Optimistis Program 'Exotisme Lombok' Bisa Pulihkan Ekonomi Indonesia

"Kita bermaksud untuk memberikan informasi terkini dan menselaraskan, juga mengintegrasikan satu pesan dan narasi yang sama, bahwa kita sedang menyiapkan untuk membuka kembali pariwisata di Indonesia," imbuh Sandi.

Sandiaga Uno

(Foto: Instagram/@sandiuno)

Mantan Wagub DKI Jakarta itu menekankan soal tren menurunnya angka Covid-19 di Indonesia, khususnya di sejumlah destinasi wisata nasional. Misalnya, Bali yang diungkapkannya berhasil menurunkan kasus Covid-19 lewat program PPKM mikro dalam sepekan belakangan.

Merujuk kabar baik itu, dirinya berharap agar para dubes dapat mensosialisasikan, mempromosikan, sekaligus memamerkan Bali kepada para wisatawan mancanegara. Selain itu, meyakinkan mereka mengenai Bali yang hanya akan dibuka jika memiliki kasus Covid-19 yang rendah sekaligus menerapkan protokol kesehatan 3M yang ketat dan disiplin 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Baca juga: Tamu Hotel Kehilangan Berlian, Ternyata Disimpan oleh Turis Eropa

Selain itu, seluruh pelaku usaha parekraf katanya telah memenuhi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability) bersamaan dengan penerapan 3T, yakni testing, tracing dan treatment dari Pemprov Bali.

"Kami menyiapkan free covid corridors, ada dua zona yang diusulkan oleh seluruh instansi terkait, termasuk Pemerintah Daerah bahwa Nusa Dua dan Ubud yang diusulkan menjadi destinasi yang diklasifikasikan sebagai Green Zone," ungkap dia.

"Dengan harapan ada 120.000 vaksin bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) dan masyarakat di Nusa Dua dan Ubud," tambahnya.

Sandiaga menambahkan, para duta besar menanggapi juga perubahan tren dari pariwisata di Eropa, Timur Tengah, Asia dan Australia, termasuk Jepang terkait keinginan berwisata akan dimulai pada tahun 2021 setelah vaksinasi Covid-19 massal. Oleh karena itu, dirinya berharap vaksin Covid-19, khususnya bagi pelaku parekraf yang lebih terdistribusi.

Sehingga diharapkan akan terjadi peningkatan kunjungan yang cukup signifikan dari segi wisatawan mancanegara pada tahun 2022 mendatang. "Fokus kita memang baru kepada wisatawan nusantara, tapi ini juga kesempatan kita untuk memastikan pariwisata ini dibuka dengan satu adaptasi protokol kesehatan yang ketat dan disiplin," sebut dia.

Sandiaga Uno

(Foto: Instagram/@sandiuno)

"Kami juga menyuarakan bahwa untuk wisawatan yang nakal, tidak patuh terhadap protokol kesehatan setelah tentunya diberi beberapa peringatan, kami tidak segan-segan untuk mengambil tindakan tegas, seperti mendeportasi para wisatawan tersebut," terang Sandiaga.

Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari kementerian dan lembaga hingga pemerintah daerah lanjut Sandi, serta pihak swasta, dirinya berharap tercipta langkah terpadu dalam percepatan pemulihan sektor parekraf nasional.

"Kita harapkan pariwisata bisa segera bangkit, karena membangkitkan pariwisata sama dengan mengembalikan ekonomi kita. Dan prestige kita ini di Bali, setelah Bali mungkin bisa menyusul beberapa daerah lain seperti Kepulauan Riau, Batam dan Bintan maupun beberapa destinasi lainnya," tutup Sandi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini