Gubernur Sebut Vaksinasi Covid-19 Syarat Pembukaan Pariwisata Kepri

Antara, Jurnalis · Kamis 04 Maret 2021 04:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 406 2371896 gubernur-sebut-vaksinasi-covid-19-syarat-pembukaan-pariwisata-kepri-CYUkkcXAXW.JPG Gubernur Kepri, Ansar Ahmad (Foto: Instagram/@ansarahmadofficial)

GUBERNUR Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad mengatakan, vaksin Covid-19 harus menjadi syarat pembukaan perbatasan untuk pariwisata di provinsi yang berhadapan dengan Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam itu.

"Vaksin harus menjadi syarat, karena itu juga membuat masyarakat kita convident, itu referensi," kata Ansar di Batam, Rabu, 3 Maret 2021.

Pemerintah kata dia, harus menjamin dan meyakinkan, bahwa pelancong yang datang ke Kepri bebas dari Covid-19. Sejalan dengan itu, masyarakat setempat juga aman dari paparan virus corona.

Baca juga: Terbang ke 70 Rute Domestik Ini Gratis Rapid Antigen, Begini Syaratnya

"Maka interaksi ke masyarakat harus kita hindari dulu," sambungnya.

Yang terpenting saat ini kata dia, ialah menurunkan angka penularan Covid-19 di Kepri. Setelah itu berlaku, maka beberapa kawasan wisata yang tidak memiliki keterikatan dengan masyarakat bisa dapat dibuka.

"Beberapa titik dulu, kawasan wisata yang tidak berafiliasi langsung dengan masyarakat. Nanti kita sepakati. Tapi menurut saya, kalau di Batam di Kawasan Nongsa, kemudian Bintan Resort," kata dia.

Baca juga: Liburan ke Kepri, Jangan Lupa Cicipi 7 Kuliner Khas Ini

Tentu saja, kata dia, protokol kesehatan harus diterapkan dengan baik. Dirinya berharap akhir Maret atau awal April perbatasan sudah bisa dibuka untuk kawasan wisata yang jauh dari lingkungan masyarakat.

"Karena mereka (destinasi wisata) masing-masing usaha sudah membahas. Konsepnya saya lihat sudah bagus, mereka sudah buat time line-nya juga. Tinggal dari internal pemerintah," imbuh Ansar

Ansar menambahkan, pemerintah daerah akan berbicara dengan pihak terkait untuk memberikan pengecualian bagi wisatawan mancanegara berkunjung dengan syarat-syarat tertentu.

"Mereka yang datang, dari Singapura umpamanya, yang sudah divaksin bisa menunjukkan kartu sudah vaksinnya, PCR-nya. Mungkin mereka tidak perlu dikarantina 14 hari dulu," kata dia.

Aturan karantina itu menurutnya menjadi sangat penting dalam wisata. "Mungkin 3-4 hari selesai (berlibur) mereka bisa pulang. Kalau harus dikarantina dulu 14 hari baru mereka bisa berwisata 14 hari rasanya tidak mungkin," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini