Kisah Pramugari Elysabeth Yohana Di-PHK Singapore Airlines: Sedih Sih, Tapi Gimana Lagi

Gracella Kezia, Jurnalis · Jum'at 05 Maret 2021 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 406 2372577 kisah-pramugari-elysabeth-yohana-di-phk-singapore-airlines-sedih-sih-tapi-gimana-lagi-jVtwyk9SQ0.jpg Pramugari korban PHK. (Foto: Instagram: elysabethyohana)

SINGAPORE Airlines menjadi salah satu maskapai internasional yang melakukan pemutusan kerja terhadap karyawannya yaitu pilot, pramugari, dan ground staff-. Pramugari asal Indonesia, Elysabeth Yohana, dan rekan-rekannya jadi korban PHK.

Ya, pramugari maskapai asal Singapura ini mendapatkan email pemberitahuan pemutusan kerjanya. Di dalam vlognya yang diunggah di akun Youtube-nya, menunjukkan bahwa ia dan kawan-kawannya sedang berkumpul bersama saat mendapat pemberitahuan tersebut.

Tak sendiri, teman-teman yang sedang bersamanya juga mendapat pemberitahuan yang sama.

"Di sini kita baru tahu bakal ada retrenchment, tapi kita belum tahu kapan dan siapa aja yang kena," kata Yoen.

"Dan 10 menit kemudian, oh my god kita ssmua dapat email," ungkap dia.

 Pramugari

Ya, pada 9 September 2020 tersebut merupakan hari yang berbeda untuk keempat pramugari ini. Pasalnya, mereka telah bersama semenjak awal masuk maskapai Singapura tersebut.

Keempat pramugari asal Indonesia tersebut memikirkan, apakah yang akan mereka lakukan di Indonesia apabila tidak memiliki pekerjaan. Namun mereka juga menyebutkan bahwa mereka akan mencari pekerjaan di Negeri Merlion itu.

Namun sayangnya, Yoen memutuskan untuk Kembali ke Tanah Air, setelah sekian lama mencari pekerjaan. Begitu pula ketiga temannya yang memutuskan untuk lebih dahulu pulang ke Indonesia.

Ia mengungkap kesedihannya itu dan berusaha tegar. "Aku dan teman-teman di-released SQ karena situasi Covid-19. Sedih banget sih, tapi gimana lagi."

"Aku doain yang terbaik buat kita semua," lanjutnya.

"Ini kerjaan kan dari Tuhan, jadi kalau misalnya Tuhan ambil, ya," pungkasnya.

Dilansir dari Channel News Asia, Singapore Airlines melakukan pemutusan kerja terhadap 2,400 karyawan. Yoen dan teman-temannya menjadi salah satu dari ribuan yang mengalami pemutusan kerja.

"Tuhan kami cuma mau bilang terima kasih untuk segalanya yang telah Engkau berikan," doa Yola, sang pramugari cantik. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini