Fakta-Fakta Menarik Masjid Tua di Tanah Papua, Pernah Dihantam Bom Jepang

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Kamis 04 Maret 2021 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 408 2372168 fakta-fakta-menarik-masjid-tua-di-tanah-papua-pernah-dihantam-bom-jepang-oxsS6iLCJb.jpg Masjid Al Yasin atau Masjid Tua Patimburak di Fakfak, Papua Barat (Simas.kemenag.go.id)

MASJID Al Yasin berdiri kokoh di Kampung Patimburak, Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Masjid Tua Patimburak ini punya sejarah panjang. Ia saksi bisu perang dan penyebaran Islam di Bumi Cenderawasih. Kini jadi objek wisata religi sekaligus rumah ibadah.

Menurut riwayat, Masjid Al Yasin dibangun oleh Pamempek Kuda, Raja Wertuar pertama, dan selesai pada 1870 Masehi. Dijuluki juga sebagai Serambi Makah-nya Papua.

Baca juga: Inilah Masjid Tertua Warisan Sultan Buton, Penuh Filosofi dan Ada Lubang Rahasia

Berikut fakta menarik dari Masjid Tua Patimburak dirangkum Okezone dari beberapa sumber.

1. Pernah diterjang bom tentara Jepang

Masjid Tua Patimburak jadi saksi bisu perang melawan penjajah. Masjid ini pernah diterjang bom tentara Jepang. Hingga kini bekas ledakan masih menyisakan lubang di pilar masjid.

Menurut Musa Heremba, Kekuasaan Sultan Tidore di wilayah Papua memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap penyebaran Islam di Kokas.

Mengutip dari laman Simas Kemenag, pada abad XV, Kesultanan Tidore mulai mengenal Islam dan Sultan Ciliaci adalah sultan pertama yang memeluk agama Islam.

Sejak itulah sedikit demi sedikit agama Islam mulai berkembang di daerah kekuasaan Kesultanan Tidore termasuk Kokas.

2. Bangunan Tradisional

Masjid Tua Patimburak sudah berusia 150 tahun lebih, namun pesonanya tetap menarik. Aura tradisional masih kental. Kesederhanaan masjid ini menyatu dengan masyarakat.

Keunikan bangunan masjid seluas 100 meter persegi ini terlihat pada arsitekturnya, yaitu perpaduan bentuk masjid dan gereja.

Baca juga: Masjid Agung Banten, Wisata Ziarah Peninggalan Putra Sunan Gunung Jati

Musa Heremba, imam Masjid Patimburak mengaku bangunan masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi. Meski mempertahankan bentuk aslinya, namun material asli yang belum diganti adalah empat buah pilar penyangga yang terdapat di dalam masjid.

“Di depan pelataran masjid ini juga ada pohon yang cukup besar, pohon mangga yang usianya hampir sama, sampai sekarang masih ada pohon tersebut dan di sekeliling masjid ini juga terdapat teluk yang cukup indah,” kata Arief Prasojo dalam video di channel Youtube YSDF Al Falah.

3. Punya Arsitektur Belanda-Jawa

Meski letaknya di Papua, namun masjid ini dipengaruhi arsitektur Belanda dan Jawa yang sangat kental. Hal ini dapat dilihat pada kubah masjid yang menyerupai model atap gereja-gereja di Eropa, ventilasi masjid juga berbentuk lingkaran, dan kayu di dinding masjid seperti bangunan kolonial.

Terdapat empat buah tiang penyangga yang berada di dalam masjid yang diprediksikan telah berusia lebih dari satu abad yang tentunya tidak terlepas dari pengaruh ajaran Islam.

Adapun bangunan yang khas berbentuk segi enam melambangkan rukun iman dalam kepercayaan Islam sebagai pondasi dalam beragama, sedangkan atas kubahnya berbentuk segi delapan yang melambangkan delapan arah mata angin, dimana mata angin barat ditandai dengan mihrab sebagai kiblat salat dalam ajaran agama Islam.

4. Cara menuju masjid

Masjid Tua Patimburak dapat ditempuh dengan perjalanan darat dari Fakfak ke Kokas. Tersedia angkutan luar kota dari terminal kota Fakfak yang akan mengantar anda. Selama 2 jam anda akan menyusur jalan berkelok dan segarnya udara pegunungan.

Tiba di kota Kokas, perjalanan menuju Kampung Patimburak harus dilanjutkan menggunakan longboat sewaan selama 1 jam. Pengunjung yang ingin menuju Masjid Tua Patimburak bisa menikmati keindahan pulau-pulau karang yang masih perawan di sepanjang perjalanan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini