Eksotisme Sewu, Candi Buddha Terbesar Kedua di Indonesia Setelah Borobudur

Gracella Kezia, Jurnalis · Kamis 04 Maret 2021 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 408 2372355 eksotisme-sewu-candi-buddha-terbesar-kedua-di-indonesia-setelah-borobudur-5pFmnCitGk.JPG Candi Sewu (Foto: Instagram/@felgra_photography)

YOGYAKARTA kaya akan destinasi wisata, mulai kuliner, alam hingga wisata sejarah dan budaya ada di sini. Itulah sebabnya Yogyakarta tidak pernah sepi pengunjung.

Sebut saja Candi Prambanan yang menjadi salah satu destinasi wisata favorit. Di sekitarnya pun terdapat sebuah candi yang tak kalah eksotis yakni Candi Sewu.

Candi Sewu diperkirakan dibangun pada abad ke-8 Masehi atas perintah penguasa Kerajaan Mataram kuno yakni Rakai Panangkaran (746-784 M) dan Rakai Pikatan yang memeluk agama Hindu.

Meski sang raja beragama Hindu, Kerajaan Mataram masa itu mendapat pengaruh kuat dari Wangsa Syailendra yang notabene beragama Buddha.

Mengutip laman perpusnas.go.id, banyak ahli menduga jika Candi Sewu merupakan pusat kegiatan keagamaan masyarakat Buddha.

Baca juga: Berkunjung ke Candi Plaosan, Artefak Paling Romantis di Jawa Tengah

Hal itu disandarkan atas isi prasasti batu andesit yang ditemukan di salah satu candi perwara. Prasasti yang dikenal sebagai Manjusrigrta itu tertulis dalam bahasa Melayu Kuno dengan angka tahun 792 Saka.

Letak Candi Sewu

Candi ini letaknya berdampingan dengan Candi Prambanan, sehingga ia termasuk dalam kawasan wisata Candi Prambanan. Di area itu juga terdapat candi lainnya seperti Candi Lumbung dan Candi Bubrah.

Tak jauh dari kawasan tersebut terdapat juga beberapa candi lain, yaitu: Candi Gana, sekitar 300 meter sebelah timur, Candi Kulon sekitar 300 meter sebelah barat, dan Candi Lor berjarak sekitar 200 meter sebelah utara.

Makna Sewu

Nama Sewu, yang dalam bahasa Jawa berarti seribu, menunjukkan bahwa candi yang tergabung dalam gugusan Candi Sewu tersebut jumlahnya cukup besar, meski sebenarnya tak sampai 1.000 buah.

Baca juga: Sandiaga Uno, Erick Thohir dan Nadiem Makarim Kolaborasi Kembangkan Pariwisata

Gugusan Candi Sewu sejatinya terdiri 249 buah candi, yakni satu candi utama, 8 candi pengapit atau candi antara, dan 240 candi perwara. Candi utama terletak di tengah, di ke empat sisinya dikelilingi oleh candi pengapit dan candi perwara dalam susunan yang simetris. Candi Sewu berkaitan erat dengan legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso.

Konstruksi bangunan

Candi Sewu memiliki empat pintu gerbang menuju pelataran luar, yakni di sisi timur, utara, barat, dan selatan, yang masing-masing dijaga oleh sepasang arca Dwarapala yang saling berhadapan. Dari pelataran luar ke pelataran dalam juga terdapat 4 pintu masuk yang dijaga oleh sepasang arca Dwarapala, serupa dengan yang terdapat di gerbang luar.

Arca Dwarapala yang terbuat dari batu utuh tersebut ditempatkan di atas lapik persegi setinggi sekitar 1,2 meter dalam posisi satu kaki berlutut, kaki lainnya ditekuk, dan satu tangan memegang gada. Tinggi arca Dwarapala ini mencapai sekitar 2,3 meter.

Candi utama atau candi induk terletak di pelataran persegi seluas 40 meter persegi, yang dikelilingi pagar dari susunan batu setinggi 0,85 meter.

Bangunan candi berbentuk poligon bersudut 20 dengan diameter 29 meter. Tinggi bangunan mencapai 30 meter dengan 9 atap yang masing-masing mempunyai stupa di puncaknya.

Untuk memasuki kawasan Candi Sewu, terdapat 4 pintu untuk mencapai pelataran luar yaitu sisi timur, utara, barat, dan selatan. Jika ingin mengunjungi candi ini, Anda cukup berjalan dari Candi Prambanan sejauh 800 meter.

Keunikan

Candi Sewu memang memiliki keunikan tersendiri lantaran berada dalam kompleks Candi Prambanan. Meski begitu, kedua candi ini berlatar agama yang berbeda. Di mana Candi Sewu bercorak Budha dan dulunya merupakan pusat ibadah umat Buddha.

Sementara Candi Prambanan merupakan candi bercorak Hindu. Sebagai informasi, Candi Sewu merupakan candi Buddha terbesar kedua di Indonesia setelah Candi Borobudur. Usianya pun juga lebih tua dari Borobudur dan Prambanan karena dibangun pada abad ke-8 Masehi.

Jika berkunjung ke Yogyakarta, jangan lupa singgah ke Candi Sewu karena lokasinya yang strategis dan dikelilingi pepohonan sehingga suasananya begitu asri. Candi Sewu secara tersirat juga mengajarkan makna toleransi lantaran antara dua agama berbeda yang telah eksis sejak zaman kerajaan dulu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini