50 Kegiatan Bakal Ramaikan West Java Calendar of Event 2021

Antara, Jurnalis · Jum'at 05 Maret 2021 02:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 05 406 2372589 50-kegiatan-bakal-ramaikan-west-java-calendar-of-event-2021-0m1HrF6Qpd.JPG Gubernur Jabar, Ridwan Kamil saat meluncurkan West Java Calendar of Event 2021 (Foto: Humas Pemprov Jabar)

DINAS Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyebut, acara dalam kalender agenda wisata West Java Calendar of Event 2021 bertajuk Smiling West Java bakal digelar secara daring maupun luring dan gabungan keduanya, lantaran masih dalam masa pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, mengungkapkan, seluruh acara dalam ajang West Java Calender of Event 2021 dipastikan akan menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Tentunya karena sedang pandemi Covid-19 maka prokes akan menjadi hal utama dalam West Java Calendar of Event 2021," kata Dedi.

Menurut Dedi, penyesuaian akan berlaku pada teknis penyelenggaraan dan ada beberapa agenda yang menggunakan sistem daring yang diberlakukan untuk sebuah pagelaran seni budaya.

Baca juga: Kunjungi Lokananta, Gibran dan Wishnutama Kemungkinan Dirikan Sandbox di Solo

“Jadi ada beberapa event konsepnya hybrid, offline dan online. Ada pertunjukan seni budaya, ada pula yang memperlihatkan keindahan alam. Intinya, protokol kesehatan ini mutlak harus dilakukan," tuturnya.

Ia menambahkan, kegiatan yang masuk dalam West Java Calendar of Event 2021 sudah dikurasi oleh banyak pihak, termasuk tim ahli dan dari sekira 342 agenda yang masuk, hanya 50 kegiatan yang dianggap memenuhi kriteria.

Kriteria yang dimaksud lanjut Dedi, selain unik, komersial, kreatif dan memiliki nilai budaya, tim ahli menilai segi komitmen dari kepala daerah.

Baca juga: Pasar di Tepian Sungai Kapuas Pontianak Ditata untuk Destinasi Wisata

Hal ini dikarenakan pengajuan agenda datang dari kabupaten kota, maka mereka harus siap dengan segala hal penyelenggaraan, promosi, termasuk protokol kesehatan.

"Untuk kurasi ini menyesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19. Sehingga mau tidak mau harus ada penyesuaian dari sisi kriteria. Karena, selain upaya pertumbuhan ekonomi, isu kesehatan juga tetap penting,” kata dia.

Dedi melanjutkan, untuk skala Jawa Barat terdapat 50 agenda, lalu yang didorong untuk menjadi agenda skala nasional itu ada 10 agenda dan fokusnya memang lebih banyak kebudayaan dan pariwisata berbasis alam.

Lebih lanjut ia mengatakan, dari 50 agenda skala Jawa Barat yang masuk dalam program ini di antaranya, Bandung Design Bienalle (Kota Bandung), Sapta Wara Wayang Kulit (Kabupaten Cirebon), Festival Waduk Darma (Kabupaten Kuningan), Situ Gede Art Festival (Kota Tasikmalaya).

Sedangkan agenda yang masuk skala nasional, di antaranya Asia Afrika Festival (Kota Bandung), Ceramic Musik Fwstival (Kabupaten Majalengka), Festival Tari Topeng (Kota Cirebon), dan Seren taun Ciptagelar (Kabupaten Sukabumi).

Pihaknya menambahkan, kunjungan wisatawan nusantara pada tahun 2019 ke Jawa Barat mencapai 62 juta jiwa. Sedangkan wisatawan mancanegara 1,8 juta jiwa.

Adanya pandemi Covid-19 yang terjadi pada 2020 membuat capaian kunjungan wisatawan menurun karena ada kebijakan skala luar negeri dan dalam negeri yang membatasi pergerakan manusia.

Oleh karenanya, Dedi mengatakan, untuk tahun ini sektor pariwisata menjadi salah satu yang diandalkan untuk perbaikan perekonomian. Program West Java Calendar of Event 2021 ini menjadi salah satu upaya dari pemerintah Provinsi Jawa Barat beserta pemerintah kabupaten kota.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini