Sandiaga Uno: Promosi Pariwisata Harus Tepat Sasaran, Jangan Asal Blast

MNC Portal, Jurnalis · Jum'at 05 Maret 2021 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 05 406 2372654 sandiaga-uno-promosi-pariwisata-harus-tepat-sasaran-jangan-asal-blast-JEw2C6b3XK.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Instagram/@sandiuno)

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) semakin gencar melakukan promosi pariwisata Indonesia di tengah pandemi Covid-19 yang masih belum kunjung reda.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, promosi harus tetap dilakukan namun tetap sasaran sehingga dapat menarik lebih banyak wisatawan.

"Promosi pariwisata yang kita lakukan akan lebih tertarget dan tersegmentasi. Tidak asal blast. Apalagi konsep wisata di masa pandemi ini dan pasca pandemi nanti akan menjadi lebih personalized, customized, dan localized," kata Sandi dikutip dari akun instagramnya, @sandiuno.

Baca juga: Sandiaga Uno Dukung Pengembangan Wisata Berbasis Otomotif

Menurut Sandi, dengan strategi promosi yang lebih tepat sasaran, diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan yang saat ini difokuskan bagi wisatawan domestik (wisdom).

"Dengan begitu kita bisa bangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, membuka lapangan kerja seluas-luasnya," tandasnya.

Sebelumnya, Sandi siap mendorong pemulihan industri pariwisata sesegera mungkin. Namun sebelumnya harus bisa dipastikan angka penularan Covid-19 dalam situasi yang terkendali.

“Saat ini PPKM mikro yang dijalankan pemerintah telah cukup sukses menekan angka penularan Covid-19 secara significan, dari 15 ribu perhari sampai diangka 5 ribu per hari. Ini menjadi suatu angin segar agar kita lebih disiplin dalam mematuhi PPKM mikro,” kata dia Sandi dalam webinar yang digelar Forum Wartawan Daerah (Forwada) di Jakarta, Kamis kemarin.

Mantan Wagub DKI Jakarta itu menambahkan, jika melihat perkembangan kasus Covid-19 di tahun kedua ini, untuk menggenjot kunjungan pariwisata baik asing maupun domestik dibutuhkan sebuah kolaborasi kolosal.

Kolaborasi itu lanjutnya, harus dijalin dengan berbagai instansi terkait instansi seperti Kementrian Luar Negeri, Kementrian Hukum & HAM, Satgas Covid-19, Kementrian Kesehatan, dan Kementrian Perhubungan serta juga elemen masyarakat dan dunia usaha.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini