Desa Penuh Mistis Jadi Kawasan Wisata, Rumah Lumpur Dijadikan Hotel Butik

Elvina Maharani Putri, Jurnalis · Jum'at 05 Maret 2021 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 05 406 2372806 desa-penuh-mistis-jadi-kawasan-wisata-rumah-lumpur-dijadikan-hotel-butik-CdzCTygRk6.jpg Desa Misfat al-Abriyeen di Oman (AFP/The Business Times)

DESA Misfat Al-Abriyeen di puncak Gunung Oman telah mengubah kekayaannya dengan menyulap rumah dari batu bata lumpur, menjadi hotel butik yang menarik minat wisatawan berkunjungke wilayah terkenal dengan jalur pendakian dan kisah mistis tersebut.

Desa dengan 800 penduduk terletak di lereng dramatis "Grand Canyon" Oman, membuka jalan sempitnya enam tahun lalu bagi orang asing dan penduduk lokal yang mencari petualangan di gurun dan sudut hijau Kesultanan Oman.

Baca juga:  Kisah Pramugari Elysabeth Yohana Di-PHK Singapore Airlines: Sedih Sih, Tapi Gimana Lagi

Penduduk desa, Yacoub al-Abri mengatakan semuanya dimulai pada 2010, ketika pamannya menyarankan agar mereka melihat lagi rumah-rumah lumpur yang telah terbengkalai selama bertahun-tahun di pemukiman kuno yang sekitar tiga jam perjalanan dari ibu kota Muscat.

Bahkan pemiliknya telah meninggalkan rumah yang sudah berusia berabad-abad itu dikarenakan takut akan runtuh. Pada akhirnya memutuskan pindah ke sisi berlawanan dari desa tempat mereka membangun akomodasi baru.

 

"Untuk menggabungkan lingkungan sederhana dan alami dari kehidupan kuno Oman dengan sentuhan modern yang memberikan kenyamanan dan keamanan," kata Abri kepada AFP.

Melansir dari The Business Times, Jumat (5/3/2021), rumah berdinding krim terbuat dari batu bata lumpur dengan atap pelepah lontar itu, berhasil diubah menjadi penginapan sederhana namun elegan serta dilengkapi kayu dan tekstil tradisional.

Baca juga:  Australia Perpanjang Pembatasan Wisatawan Asing hingga Juni 2021

Lima tahun setelah ide itu diimpikan, hotel butik pertama keluarga itu berdiri dan berjalan dengan baik, sehingga menginspirasi tetangga dan penduduk desa di tempat lain di Oman untuk mengikuti jejak mereka.

“Kami mulai dengan hanya lima kamar, kemudian kami menambah jumlah dan membeli rumah tua lainnya. Saat ini kami memiliki 15 kamar dan ada rencana untuk terus berkembang hingga kami mencapai 50 kamar,” kata Abri.

Misfat al-Abriyeen memiliki elemen yang tepat untuk sukses. Di ketinggian lebih dari 1.000 MDPL, desa mungil yang merupakan rumah bagi suku Abri ini merupakan kumpulan rumah adat menawan yang terletak di sepanjang puluhan gang kecil menghadap ke daratan yang dipenuhi tanaman pisang serta pepohonan jeruk dan palem.

Ini adalah bagian dari wilayah yang dikenal sebagai Grand Canyon of Oman di mana wisatawan dapat mendaki gunung dan lembah berbatu seperti menjelajahi cara lama masyarakat setempat.

Tetapi wilayah ini juga terkenal dengan cerita mistis berabad-abad yakni berupa jin atau roh dalam bentuk menyerupai manusia yang masih diceritakan misteri secara luas di desa-desa serupa di seluruh negeri, meskipun telah dilakukan modernisasi selama setengah abad.

"Tinggal di sini seperti perjalanan ke dunia yang tenang dan damai. Bahkan makanan yang disediakan di sini dimasak di rumah-rumah Oman oleh penduduk desa," kata Abri dengan gamis putih dan sorban tradisionalnya yang berwarna-warni.

Menurut pemilik hotel, 5.500 turis dari Jerman, Prancis, Teluk, dan sekitarnya tinggal di butiknya pada 2019, dengan tingkat hunian tahunan 90 persen meningkat dibandingkan dengan hanya 800 turis selama tahun pertama bisnis pada 2015.

Tarif di bekas rumah berusia ratusan tahun ini bervariasi antara USD 90 dan USD 180 atau setara dengan 1,2 hingga 2,5 juta rupiah per malam, tergantung pada ruangan dan musim.

Pariwisata telah lama menjadi salah satu sumber pendapatan yang memanfaatkan kekayaan warisan bangsa, garis pantai yang indah, dan medan yang menakjubkan. Memberi energi pada industri dipandang sebagai penyelamat potensial.

Namun, setelah pandemi virus COVID-19 memaksa Oman untuk menutup penginapannya selama berbulan-bulan yang berdampak buruk pada perekonomian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini