Mengunjungi Kedungbanteng, Mantan Tempat Pelacuran Terbesar di Ponorogo

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Sabtu 06 Maret 2021 05:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 05 408 2373107 mengunjungi-kedungbanteng-mantan-tempat-pelacuran-terbesar-di-ponorogo-B9t7N6Ov2w.jpg Suasana Kedungbanteng. (Foto: Koran Sindo)

KEDUNGBANTENG adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Magetan. 5 tahun yang lalu di salah satu sudut desa Kedungbanteng, berdiri lokasi megah seluas dua hektar yaitu sebuah kompleks pelacuran terbesar di Ponorogo.

Masyarakat menyebutnya sebagai lokalisasi Kedungbanteng. Lokalisasi terpencil yang berada di pinggiran hutan ini didirikan pada tahun 1980 an dan pernah dihuni oleh ribuan PSK yang datang dan pergi.

Baca Juga: Kisah Ajaib Masjid At-Taqwa Lerabaing, Diberondong Meriam Portugis Selalu Meleset

kedung

Berdasarkan penelusuran Okezone, tempat ini merupakan relokasi dari pelacuran Watoe Dakon di timur kota. Bangunan lokalisasi ini mirip komplek perumahan karena ada gapura masuk dan begitu masuk akan ada gang-gang perumahan yang rumahnya berderet-deret.

Tempat ini dulunya buka mulai pukul 10.00 sampai 00.00. Para pelanggan berasal dari Ponorogo dan sekitar seperti Madiun, Magetan, dan Wonogiri. Karena Kedungbanteng ini berada di ujung Ponorogo yang mudah dijangkau dari daerah-daerah tersebut.

Dilansir Okezone dari channel Youtube Purbo Sasongko, saat ini lokasi lokalisasi terbesar di Ponorogo sudah rata dengan tanah. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat itu memang menginstruksikan agar lokalisasi ini ditutup dan digusur agar tak lagi dijadikan tempat prostitusi.

Namun begitu kondisi sekarang sudah hampir mepet dengan rumah-rumah penduduk, semakin berkembang dan ramainya komplek Kedungbanteng ini sedikit banyak dimanfaatkan penduduk sekitar menjadi sumber penghidupan, seperti ojek dan jualan. Dan setelah digusur, tempat ini rencananya akan dijadikan tempat agrowisata karena di desa ini banyak ditanami oleh tanaman buah.

“Tentunya ini hal positif agar generasi yang akan datang yang belum mengetahui tempat ini dulunya seperti apa bisa melupakan hal-hal kelam tersebut,” kata pemilik channel Youtube Purbo Sasongko pada 1 Maret 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini