Pemerintah Siapkan Program Pendampingan Desa Wisata di NTT

Antara, Jurnalis · Sabtu 06 Maret 2021 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 06 406 2373346 pemerintah-siapkan-program-pendampingan-desa-wisata-di-ntt-ail6Vw5sig.JPG Atraksi Tarian Caci di Desa Wisata Liang Ndara, NTT (Foto: Antara)

BADAN Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) selaku representasi pemerintah pusat tengah merancang program-program pendampingan dan pengembangan desa wisata di Pulau Flores, Lembata, Alor dan Bima.

Kepala Divisi Industri dan Kelembangaan BOPLBF, Wisjnu Handoko mengatakan, Desa Kempo yang merupakan salah satu desa di Manggarai Barat berpotensi masuk dalam desa wisata

“Untuk tahun ini divisi kami akan berkonsentrasi dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan kita datang ke Desa Kempo ini akan melihat apa saja yang dapat kita kolaborasikan dengan program-program dari BOPLBF nantinya, seperti UMKM, digitalisasi fashion, kriya, dan juga hospitality,” kata Wisjnu.

Baca juga: Husein Sastranegara Dinobatkan Jadi Bandara Terbaik se-Asia Pasifik

Saat ini menurutnya, terdapat sekitar 25 desa wisata yang masuk dalam pendampingan dari BOPLBF itu sendiri. Puluhan desa wisata itu tersebar di enam kabupaten di NTT yakni di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo Ngada serta kabupaten Ende.

Di samping itu juga selama tahun anggaran 2020 BOPLBF sendiri sudah mengidetifikasi kurang lebih 10 desa wisata di pulau Flores yang bertujuan untuk mendukung destinasi super prioritas Labuan Bajo.

10 desa wisata itu sendiri antara lain Desa Komodo, desa Papagarang, desa Batu Cermin, Liang Ndara, Sano Nggoang, Cunca Wulang dan desa Gorontalo yang mana tujuh desa wisata ini terletak di Labuan Bajo.

Kemudian tiga desa wisata lagi yang terletak di kabupaten Ende yakni desa Nduaria, desa Pemo dan terakhir adalah desa wisata Woloaro.

Sejalan dengan itu, Kepala Divisi Komunikasi Publik BOPLBF, Sesilia Jemana juga menyampaikan bahwa ada dua hal yang menjadi perhatian Menparekraf saat ini, yaitu pengembangan desa wisata dan destinasi wisata religi. Selain itu, manusia atau masyarakatnya menjadi kompenen utama dalam pembangunan itu.

“BOPLBF berkunjung ke sini salah satu tujuannya adalah untuk membangun sinergi dengan Desa Kempo, melihat secara langsung, dan mudah-mudahan dengan kedatangan kita ini nantinya dapat berkolaborasi, seperti 3 strategi Kementerian Pariwisata itu sendiri, Inovasi dan Publikasi Digital, Adaptasi, dan Kolaborasi,” ujar Sisilia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini