40 Tahun Hilang Dicuri, Baju Besi Abad 16 Kembali ke Museum Louvre

Natalia Christine, Jurnalis · Senin 08 Maret 2021 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 07 406 2373844 40-tahun-hilang-dicuri-baju-besi-abad-16-kembali-ke-museum-louvre-AMmOvvANfW.jpg Helm dan pelindung dada dari besi diperkirakan dibuat di Milan antara 1560-1580 kini ada di Museum Louvre, Paris (Getty Images/BBC News)

MUSEUM Louvre di Paris, Prancis mendapatkan kembali dua baju besi Renaisans Italia yang hampir 40 tahun hilang dicuri. Helm besi dan pelindung dada berhias ukiran itu dikenali oleh seorang ahli militer di Bordeaux, yang diminta untuk menilai koleksi keluarga setempat.

Polisi menyelidiki bagaimana keluarga setempat dapat mewarisi barang-barang tersebut.

Baca juga: Tutup Selama Pandemi Covid-19, Museum Louvre Prancis Direnovasi

Baju besi tersebut diperkirakan dibuat di Milan pada abad 16 Masehi atau antara tahun 1560-1580 dan telah disumbangkan ke museum pada 1922 oleh keluarga Rothschild.

Kemudian terjadi pencurian pada 31 Mei 1983 yang hingga kini masih berbalut misteri.

“Saya yakin kami akan melihat mereka muncul kembali suatu hari nanti. Tapi, saya tidak pernah membayangkan bahwa itu akan berjalan dengan baik, bahwa mereka akan berada di Prancis dan masih bersama,” kata Philippe Malgouyres, Kepala Kurator Karya Seni Heritage di Louvre seperti dilansir dari BBC News, Minggu (7/3/2021).

Direktur Museum Louvre, Jean-Luc Martinez benda-benda itu adalah objek kemegahan.

"Ini adalah potongan yang sangat luar biasa yang menjadi milik koleksi Baroness de Rothschild dan disumbangkan ke Museum Louvre pada tahun 1922," katanya.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Pengunjung Museum Louvre Anjlok 72 Persen

Kecurigaan atas pentingnya barang-barang tersebut muncul pada Januari, setelah juru lelang menyewa seorang ahli barang antik militer Prancis untuk menilai barang-barang yang diwarisi oleh keluarga di Bordeaux.

Ia memberi tahu polisi, yang menemukan objek di database artefak Prancis yang hilang, dan memiliki lebih dari 100.000 objek terdaftar. Pada tahun lalu, ditambahkan sebanyak 900.

Museum yang paling banyak dikunjungi di dunia ini sudah tak asing lagi dengan benda-benda curian. Pencurian penghuninya yang paling terkenal, Mona Lisa, menimbulkan sensasi internasional ketika lukisan tersebut dicuri pada tahun 1911.

Vincenzo Peruggia, seorang karyawan Louvre, bersembunyi selama satu malam di dalam lemari untuk mengambil karya Leonardo da Vinci. Karya tersebut ditemukan dua tahun kemudian ketika ia mencoba menjualnya ke dealer barang antik di Florence.

Pada 1976, tiga pencuri memanjat perancah di luar museum. Mereka menghancurkan jendela dan mencuri pedang bertabur berlian yang digunakan untuk penobatan Raja Charles X tahun 1824.

ilustrasi

Hingga kini pedang tersebut belum dapat ditemukan. Mr Martinez mengatakan pencurian terakhir dari Louvre adalah lukisan kecil pada tahun 1998 oleh seniman Prancis Jean-Baptiste-Camille Corot.

"Kami masih mencarinya," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini