7 Minuman Beralkohol dengan Cita Rasa Lokal

Fatha Annisa, Jurnalis · Senin 08 Maret 2021 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 301 2374171 7-minuman-beralkohol-dengan-cita-rasa-lokal-oQIprjRt3B.jpg Minuman beralkohol Cap Tikus. (Foto: Instagram chatwiser)

INDONESIA punya beragam minuman beralkohol dengan ragam rasa lokal. Penasaran ada apa saja? 

Perlu diketahui, ada minuman beralkohol dengan proses pembuatan yang telah tertulis dalam catatan Sejarah Lama Dinasti Tang sekitar, tahun 618 hingga 907 dan Sejarah Baru Dinasti Tang. Dalam catatan tersebut penulis membicarakan negara bernama Ho-ling atau Kalingga yang terletak di sebelah timur Sumatera dan sebelah barat Bali.

Untuk mengenal bih jauh macam-macam minuman beralkohol khas Indonesia, Okezone telah mengumpulkan informasi dari beberapa sumber. Berikut 7 jenisnya yang bisa Anda simak:

Tuak

Tuak dapat dikatakan sebagai salah satu warisan budaya yang sudah ada sejak puluhan atau bahkan ratusan tahun lalu. Minuman memabukan ini merupakan hasil fermentasi dari nira, beras, atau buah yang mengandung gula. Kadar alkohol tuak berbeda-beda, tergantung daerah pembuatannya.

Ya, setiap wilayah di Indonesia punya tuaknya tersendiri. Di Lombok dan daerah pesisir utara Jawa Timur, tuak yang dikonsumsi berasal dari bunga aren. Untuk kawasan Sumatera Utara, khususnya Toba, tuak masih mudah ditemukan di kedai atau lapo-lapo. Tuak tersebut berasal dari fermentasi nira aren yang dikenal memiliki kadar alkohol sangat tinggi.

Ada pula Tuak Dayak. Berbeda dengan tuak sebelumnya, suku Dayak membuat Tuak dari ketan atau beras yang difermentasi. Beberapa komponen seperti rempah juga ditambahkan untuk memperkuat rasa dan memberikan manfaat untuk tubuh. Pria Dayak minum Tuak bersama-sama pada upacara adat. Bagi mereka, tuak merupakan simbol kekerabatan antar individu dalam sebuah suku.

Baca Juga: 4 Hotel di Kelapa Gading Jakarta, Harganya Rp300 Ribuan Aja

Brem Cair Bali

 brem

(Foto: Instagram arakbrembalidewisri)

Brem Cair Bali merupakan minuman beralkohol yang semula dikonsumsi pada saat upacara adat. Namun seiring berkembangnya pariwisata di Bali, Brem menjadi salah satu oleh-oleh khas Bali yang banyak diburu wisatawan asing. Bahkan pada Februari 2020, pemerinah daerah Bali melegalkan peredarannya bersama dengan Tuak dan Arak.

Brem cair punya cita rasa manis dan sedikit asam. Minuman berwarna merah ini mengandung 3 sampai 10 persen alkohol, tergantung lama fermentasi. Umumnya, Brem dibuat dari hasil fermentasi beras ketam hitam atau putih. Selain rasa yang khas, keistimewaan Brem Bali adalah bahan-bahan yang digunakan 100 persen alami. Tidak ada bahan pengawet atau pewarna yang digunakan.

Sopi

Flores tidak hanya kaya akan destinasi wisata dengan pemandangan luar biasa. Kulinernya pun beragam, salah satu minum tradisional yang dimiliki Flores adalah Sopi. Minuman hasil dari fermentasi enau atau aren tergolong dalam minuman beralkohol. Untuk membuat Sopi, seseorang harus menghabiskan waktu cukup panjang.

Prosesnya bermula dari memasukkan air pohon enau atau sageru ke dalam wadah untuk dicampur dengan bubuk akar husor. Air tersebut dimasak hingga keluar uap. Uap-uap yang menjadi air kemudian dimasukkan ke bambu dan didiamkan beberapa hari hingga kadar alkoholnya meningkat.

Bukan sekedar minuman biasa, Sopi bagi masyarakat Flores merupakan minuman prestisius yang menjadi simbol kebersamaan. Anda akan menemukan Sopi pada momen-momen khusus seperti ritual atau upacara daerah.

Baca Juga: Sedapnya Pepes Tahu Udang Buat Makan Siang, Begini Resepnya

Ballo

Dari wilayah Sulawesi ada Ballo atau araknya orang Sulawesi Selatan. Berbeda dengan tuak yang sebelumnya dibahas, Ballo terbuat dari pohon nipa, beras, atau pohon lontar. Masyarakat lokal percaya bahwa pada zaman dahulu Ballo disuguhkan pada perjamuan tamu-tamu kerajaan. Seiring berjalannya waktu, Ballo menjadi konsumsi publik dari semua kalangan

Ballo biasanya disajikan dalam gelas bamboo. Terdapat dua varian rasa Ballo, yaitu rasa manis dan ringan dengan kadar alkohol 10 persen dan rasa asam yang lebih keras dengan kadar alkohol lebih tinggi juga.

Swansrai

Swansrai merupakan minuman beralkohol yang dihasilkan dari fermentasi air buah kelapa yang sudah sangat tua. Masyarakat Papua, khususnya Biak, akan menyuguhkan Swansrai untuk tamu yang mereka anggap penting. Namun, Anda harus berhati-hati dengan minuman ini karena memiliki kadar alkohol cukup tinggi, yaitu berkisar 20 sampai 30 persen.

Rasa yang kuat dan sedikit pahit akan memanjakan lidah siapapun yang mencoba Swansrai. Kehangatan pun akan terasa di tenggorokan pada tegukan pertama. Keunikan Swansrai ada pada tempat penyajiannya yang menggunakan tempurung kelapa.

 

Cap Tikus

 

Dari tanah Minahasa ada Cap Tikus, salah satu merk bir tradisional yang memanfaatkan air nira atau saguer sebagai bahan baku utamanya. Lebih kuat lagi dibanding Swansrai, kadar alkohol Cap Tikus dapat mencapai 40 persen. Kandungan alkohol yang tinggi itu diperoleh dari proses penyulingan Cap Tikus yang sangat baik.

Di Sulawesi Utara, Cap Tikus merupakan produk alkohol yang telah dilegalkan keberadaannya.

 

Ciu

Di antara minuman beralkohol yang telah dibahas, Ciu menjadi minuman memabukan khas Indonesia yang mengandung alkohol dengan kadar paling tinggi, yakni hingga 70%. Tak hanya membuat mabuk, minuman tradisional ini diyakini berguna untuk kesehatan tubuh.

Bahan dasar dalam proses pembuatan ciu adalah singkong atau tebu. Ciu biasanya berasal dari kawasan Banyumas, Bekonang, dan Sukoharjo. Namun, ciu juga bisa ditemukan di sejumlah daerah lainnya di Indonesia. Meski menuai kontroversi, banyak yang menganggap ciu adalah jamu tradisional.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini