Mengenal Sosok Marko Djuliarso, Insinyur Indonesia yang Bangun Roket Nasa

Fatha Annisa, Jurnalis · Senin 08 Maret 2021 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 406 2374134 mengenal-sosok-marko-djuliarso-insinyur-indonesia-yang-bangun-roket-nasa-fUz5VJ3mXf.jpg Marko Djuliarso. (Foto: VOA)

SALAH satu insinyur asal Indonesia, Marko Djuliarso, menjadi salah satu orang yang digaet NASA untuk membangun roket yang akan membawa astronot ke bulan pada tahun 2024 mendatang.

Dalam wawancara dengan VOA Indonesia, Marko menjelaskan secara singkat perihal keterlibatannya dalam pembuatan komponen roket Space Launch System. Ia mengaku banyak menganalisa data dan fokus pada bagian penjadwalan, biaya, serta kualitas.

Baca Juga: 4 Hotel di Kelapa Gading Jakarta, Harganya Rp300 Ribuan Aja

Roket yang juga disebut sebagai roket NASA paling kuat itu memiliki agenda pertama untuk meluncur ke bulan.

 marko

“Untuk launch pertama ke bulan. Tapi, kita ada target (jangka jauh) ke Mars,” kata Marko.

Ayah satu anak perempuan itu merasa sangat beruntung bisa ambil bagian di proyek NASA ‘paling keren’ ini. Ia mengaku hal paling membahagiakan adalah ketika ia bisa menyelesaikan suatu produk dan menyerahkannya kepada pelanggan.

Tak main-main, Marko berhasil menyandang gelarnya dari tiga universitas kenamaan dunia, yaitu Universitas Tennessee, Universitas Teknologi Nanyang Singapura, dan Universitas Southern California.

“Enggak pernah bercita-cita untuk (berkarir) ke (bidang) roket, apalagi aerospace. Bapak saya nganjurin ambil Industrial Engineering atau Teknik Industri aja. Sebagai anak yang baik, saya ikuti aja,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Marko juga menceritakan perjalanan karirnya yang tidak selalu mulus untuk menjadi seorang insinyur Boeing seperti saat ini.

“Ekonomi kan lagi susah, di tahun 2009. Jadi saya banyak melamar pekerjaan (di AS). Selama 6 bulan saya kira-kira, setiap minggu mungkin apply 100 pekerjaan,” tutur Marko.

Marko mengaku baru mendapat tawaran pekerjaan di Boeing ketika ia tengah bekerja di perusahaan produksi jendela di Dallas, Amerika Serikat.

“Saya juga udah lupa pernah wawancara sama Boeing. Sama pernah apply ke Boeing. Jadi, setelah pikir-pikir sedikit, saya dan Vida, istri saya, memutuskan untuk ambil kerjaan di Boeing dan pindah ke daerah Seattle, Washington.”

Space Launch System bukan satu-satunya proyek yang pernah dikerjakan oleh Marko. Insinyur asal Indonesia itu pun pernah terlibat dalam proyek pesawat komersial 787 dan 777 di Seattle dan Italia, sebelum akhirnya menggarap roket untuk NASA di New Orleans.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini