Uniknya Wisata Candi Sukuh, Ada Arca Erotis Simbol Seks

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Selasa 09 Maret 2021 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 09 408 2374730 uniknya-wisata-candi-sukuh-ada-arca-erotis-simbol-seks-IcidYp56WJ.JPG Candi Sukuh di Karanganyar, Jawa Tengah (Foto: Pemkab Karanganyar)

KOMPLEKS Wisata Candi Sukuh merupakan destinasi berupa candi Hindu yang secara administrasi terletak di wilayah Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Lokasinya sebelah barat lereng Gunung Lawu atau 3.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), sekira 35 km dari Kota Solo.

Candi ini dikenal paling vulgar karena terdapat arca erotis yang menggambarkan alat vital pria menempel pada organ reproduksi wanita alias Miss V. Berikut sejumlah fakta menarik dari Wisata Candi Sukuh sebagaimana dirangkum Okezone dari berbagai sumber.

Dianggap menyimpang dari arsitektur Hindu

Candi Sukuh merupakan candi Hindu yang dibangun pada abad ke-15 semasa pemerintahan Suhita, Ratu Majapahit yang memerintah pada tahun 1429-1446. Dijuluki 'The Last Temple' karena candi ini menjadi candi peninggalan umat Hindu yang terakhir pada era Majapahit.

Berbeda dengan umumnya candi Hindu di Jawa Tengah, arsitektur Candi Sukuh dinilai menyimpang dari ketentuan dalam kitab pedoman pembuatan bangunan suci Hindu, Wastu Widya.

Baca juga: Eksotisme Sewu, Candi Buddha Terbesar Kedua di Indonesia Setelah Borobudur

Candi ini memiliki gaya arsitektur candi berundak seperti pada zaman pra-sejarah. Jika diperhatikan bentuk dan struktur candi ini lebih menyerupai situs bangsa Aztec & Suku Maya, suku yang berasal dari Amerika Tengah dan Inca di Peru. Beberapa bentuk candi juga menyerupai bentuk piramida yang berada di Mesir.

Candi Sukuh

(Foto: Perpusnas.go.id)

Dikutip dari laman perpusnas.go.id, sebuah candi harus memiliki dasar bujur sangkar dengan tempat yang paling suci terletak di tengah. Adanya penyimpangan tersebut diduga karena Candi Sukuh dibangun pada masa memudarnya pengaruh Hinduisme di Jawa dan mulai masuknya agama Islam di Nusantara.

Relief erotis

Keberadaan candi ini menjadi kontroversi sebagai objek wisata karena terdapat beberapa arca atau patung dan relief yang menggambarkan alat reproduksi manusia. Terlihat bahwa beberapa relief dan patung tersebut mengekspose bentuk penis serta vagina atau lingga dan yoni. Pada sebuah relief bahkan terlihat gambar alat vital pria menempel pada organ intim wanita.

Baca juga: Berkunjung ke Candi Plaosan, Artefak Paling Romantis di Jawa Tengah

Candi ini memiliki 3 teras yang bisa dinaiki. Tiap-tiap teras memiliki benda, arca dan relief yang berbeda-beda. Di teras pertama, terdapat sebuah gapura utama yang bertulisan Sengkala Memet berisi keterangan tahun dibangunnya candi ini. Relief yang menggambarkan alat kelamin pria (lingga) dan wanita (yoni) juga dipahat di teras ini.

“Jadi ini sebenarnya lambang ya, bahwa seorang laki-laki harus bisa menjaga palusnya (kemaluannya). Karena sejatinya laki-laki itu tergodanya lewat itu,” sebut seorang pemandu wisata, Hao, dikutip dari saluran YouTube Kisah Tanah Jawa.

Candi Sukuh

(Foto: Perpusnas.go.id)

Pada bagian teras kedua, terdapat sebuah gapura dan ada juga sebuah patung penjaga atau yang biasa disebut Dwarapala dengan kondisi yang sudah rusak. Sedangkan di bagian teras ketiga atau teras tertinggi, anda akan menemukan sebuah pelataran yang luas. Di bagian induk ini terdapat banyak relief, patung serta tempat untuk sesajen yang bentuknya bujur sangkar.

Simbol seksualitas

Candi sukuh dikenal dengan candi yang memiliki banyak simbol yang merujuk pada seksualitas. Di antaranya ada gerbang depan yang arat akan mitos dan ceritanya. Di depan candi sukuh ini terdapat sebuah gerbang yang kini telah ditutup karena disakralkan.

Pada bagian dalam gerbang tersebut terdapat arca yang menggambarkan phallus dan vagina yaitu simbol laki-laki dan perempuan.

Gerbang ini mengisahkan tentang percintaan seorang laki-laki dengan perempuan yang mana keduanya terhalang oleh restu dari orangtua karena kasta yang berbeda.

Si perempuan berada di kasta yang lebih tinggi daripada laki-laki. Orangtua si perempuan tidak menginginkan anaknya untuk bersama si lelaki sedangkan keluarga laki-laki menuduh anaknya sudah melakukan berhubungan seksual dengan perempuan.

“Dari pihak laki-laki membuatkan seperti sebuah tes uji gitu. Siapa yang berani melewati sini jika kamu benar-benar masih perawan maka tidak akan terjadi apa-apa,” kata dia.

Akhirnya keduanya diuji dan keduanya terbukti sudah melakukan hubungan seksual. Kisah keduanya kemudian diabadikan sebagai gerbang di Candi Sukuh ini.

Relief Sudhamala

(Foto: Pemkab Karanganyar)

Fasilitas candi

Candi Sukuh buka setiap hari pukul 08.00 dan tutup pukul 18.00 WIB. Harga tiket masuknya sangat terjangkau yakni hanya Rp7.000 baik weekdays maupun weekend.

Fasilitas yang ada di Candi Sukuh, Gunung Lawu sudah cukup lengkap meliputi area parkir, toilet dan kamar mandi serta musala. Jika anda lapar atau haus, banyak warung di sekitar kompleks candi.

Bagi anda yang berasal dari luar daerah Karanganyar atau memang sengaja ingin menginap, tersedia pula fasilitas menginap di sekitar lokasi. Beberapa penginapan di sekitar Candi Sukuh terdiri dari hotel, vila, cottage dan penginapan lainnya. Harga sewa penginapan di sini bervariasi dengan yang termurah Rp50.000 per malam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini