Share

7 Bukit Menawan di Sumba bak Kepingan Surga

Fatha Annisa, Jurnalis · Rabu 10 Maret 2021 09:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 09 408 2375126 7-bukit-menawan-di-sumba-bak-kepingan-surga-y30fK4qxdX.jpg Bukit Mondu di Sumba Timur, NTT (Instagram @felgra_photography)

SUMBA layak dijuluki Negeri Seribu Bukit. Pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur ini punya banyak bukit super indah yang jadi objek wisata. Bikin pengunjung betah berlama-lama memandanginya. Salah satu destinasi terbaik untuk memenangkan jiwa.

Pulau Sumba memiliki luas 10.710 kilometer persegi. Pulau ini menjadi salah satu destinasi wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Nusa Tenggara Timur. Kecantikan Sumba tersohor sampai mancanegara.

Salah satu alasan wisatawan lokal maupun asing singgah di Sumba adalah jajaran bukit yang selalu berhasil membuat pengunjung takjub.

Baca juga: 3 Destinasi Menarik di Sumba, Pulau Dikunjungi Gisel saat Viral Video Syur

Dihimpun dari beberapa sumber, berikut 7 bukit di Pulau Sumba yang patut masuk daftar destinasi liburan Anda:

1. Bukit Warinding

Berlokasi di Desa Pambota Jara, Kecamatan Pandawi, Sumba Timur. Bukit Warinding merupakan satu dari banyak bukit di Sumba yang akan buat Anda terkesima.

Meskipun harus menempuh perjalanan cukup panjang, lebih dari 30 menit dari pusat kota Waingapu atau 3 sampai 4 jam dari pusat Sumba Timur, berkunjung ke Bukit Warinding adalah sebuah keharusan ketika sedang berlibur ke Sumba.

ilustrasi

Bukit Wairinding di Sumba (Instagram @_jartifical)

Dari atas bukit, pengunjung dapat jadi saksi mahakarya Tuhan berupa pemandangan indah dari matahari terbenam dan terbit. Siluet oranyenya akan sangat terlihat dari sana, mengintip malu-malu dari sela-sela jajaran bukit yang berdiri megah.

Oleh karenanya, pengunjung dianjurkan bermalam di kawasan tersebut agar tidak melewatkan keindahannya.

2. Bukit Mondu

Hamparan rumput hijau dan panorama pedesaan nan asri. Beberapa kuda liar berkeliaran seolah sedang bersenang-senang di atas rerumputannya bersama anak-anak dari desa.

Ya, jika mengunjungi Bukit Mondu, pemandangan tersebut yang akan ditemukan. Lalu menjadi semakin menarik dengan kontur jalan rayanya yang terlihat seperti huruf S saat dilihat dari atas.

ilustrasi

Bukit Mondu di Sumba (Instagram @felgra_photography)

Bukit ini pernah jadi lokasi syuting film layar lebar berjudul “Pendekar Tongkat Emas” yang dibintangi artis terkenal seperti Christine Hakim, Nicholas Saputra, Tara Basro, dan Reza Rahardia.

Film ini makin membuat Bukit Mondu terkenal seantero jagad.

3. Bukit Lendongara

Perwakilan dari Desa Karuni, Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, adalah Bukit Lendongara. Didominasi warna hijau yang kemudian berkolaborasi cantik dengan birunya langit, membuat bukit ini sangat menyegarka untuk dipandang.

Baca juga: Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT Bikin Heboh, Disorot Media Asing

Bahkan saat kemarau tiba dan hijaunya rumput berubah jadi kuning kecoklatan, Bukit Lendongara tetap dapat dideskripsikan dengan kata indah. Dan justru, padang rumput kering yang membuat Lendongara jadi spot favorit turis untuk berswafoto.

Jika beruntung, pengunjung akan melihat hewan kebanggaan masyarakat Sumba, yaitu kuda, mencari makan di kawasan bukit. Hewan tersebut memang sangat mudah dijumpai di kawasan Sumba, terutama ras sandalwood. Selain dimanfaatkan untuk aktivitas sehari-hari, kuda juga digunakan untuk upacara adat.

Nah, jika berkungjung ke Lendongara, Anda harus ekstra hati-hati. Jangan sampai pemandangan memukaunya buat Anda tak mempehatikan rerumputan yang dipijak, bahkan dijadikan alas untuk merebahkan tubuh. Karena banyaknya kuda di sana, kotoran mereka pun tersebar di beberapa titik di kawasan bukit.

4. Bukit Tenau

Sumba Timur tidak hanya punya Bukit Warinding, ada juga Bukit Tenau yang tak kalah menawan. Bagi pengunjung yang mendambakan ketenangan, tidak ada salahnya mengunjungi bukit ini.

Baca juga: Foto-Foto Sunset di Pantai Mbawana Sebelum Ambruknya Batu Bolong

Suasananya masih sangat tenang dan cukup hening, cocok sekali untuk membuat pikiran jadi segar dan suasana hati membaik.

Mengingat belum adanya perunjuk jalan yang cukup jelas untuk sampai ke Bukit Tenau, wisatawan disarankan untuk mengajak orang yang sudah familier dengan kawasan ini.

Dengan begitu, pengunjung tidak akan tersesat dan menghabiskan terlalu banyak waktu di jalan. Sementara kendaraan paling baik untuk digunakan adalah motor.

5. Bukit Tanarara

Bukit Tanarara memiliki keunikan yang tidak ditemukan di bukit-bukit di Sumba lainnya. Meskipun secara lanskap hampir serupa, terdapat corak garis-garis di sekeliling bukit layaknya yang ada di Grand Canyon. Garis tersebut akan berubah warna sesuai dengan musim. Hal tersebut terbentuk dari karang-karang yang ada di perbukitan.

Tanarara bermakna tanah yang merah. Julukan tersebut diyakini muncul karena tanah yang ada di sekitar bukit merupakan tanah merah atau tanah liat. Tanarara adalah lokasi yang tepat untuk menikmati keindahan alam Sumba secara lengkap.

ilustrasi

Bukit Tanarara Sumba (Instagram @paulusbethavany)

Panorama matahari terbit dan tenggelam bisa didapat dari puncak Tanarara. Banyak pula lokasi indah yang cocok untuk berfoto. Tidak hanya berlatar belakang perbukitan, kontur jalan dan pembangkit listrik tenaga angin di sini layak menjadi latar belakang foto-foto Anda.

6. Bukit Hiliwuku

Bukit lain yang banyak direkomendasi oleh pecinta jalan-jalan adalah Bukit Hiliwuku. Tidak jauh berbeda dengan Bukit Tenau, bukit ini tergolong masih sepi.

Namun, itulah nilai plusnya. Suasana tenang dan embus angin yang sejuk tentunya jadi hal yang dicari-cari wisatawan karena suasana seperti itu tidak bisa ditemukan di kota tempat mereka menjalankan rutinitas harian.

Untuk mencapai bukit Hiliwuku butuh waktu sekitar 40 menit perjalanan darat dari Bandar Udara Umbu Mehang Kunda, dan berjarak sekitar 35 kilometer ke arah timur dari pusat Ibu Kota Kabupaten Sumba Timur yakni kota Waingapu.

Letak Bukit Hiliwuku tidak terlalu jauh dari jalan utama, jadi pengunjung tidak akan kesulitan untuk menemukannya.

ilustrasi

7. Bukit Mauliru

Puncak Bukit Mauliru kerap kali dijadikan spot favorit untuk menyaksikan matahari terbenam. Dari balik punggung bukit semenanjung Sasar, Anda dapat melihat matahari perlahan tenggelam dan mengubah warna langit yang semula biru jadi jingga.

Hamparan padang savana yang membentang dengan bukit-bukit kecil di sekitarnya membuat pemandangan jadi berkali lipat lebih menawan.

Selain itu, pengunjung juga dapat melihat hamparan persawahan milik para petani di Mauliru. Dari puncak bukitnya terlihat jelas petak-petak sawah terjejer rapid an terhias pohon lontar serta kelapa yang semakin membuat siapa saja yang lihat terpukau.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini