Share

Masjid Sultan Suriansyah, Jejak Sejarah Islam di Tanah Banjar

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Rabu 10 Maret 2021 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 10 408 2375491 masjid-sultan-suriansyah-jejak-sejarah-islam-di-tanah-banjar-4mGN8R4nB2.JPG Masjid Sultan Suriansyah di Banjarmasin, Kalsel (Foto: Pemkot Banjarmasin)

MASJID Sultan Suriansyah atau Masjid Kuin merupakan sebuah masjid bersejarah di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Masjid ini adalah yang tertua di Kalimantan Selatan.

Terletak di tepian Sungai Kuin Banjarmasin di Jalan Kuin Utara, RT 4, Desa Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Berikut fakta dan keunikan masjid yang dikutip Okezone dari berbagai sumber.

Sosok Sultan Suriansyah

Masjid ini didirikan pada tahun 1526 oleh Sultan Suriansyah, raja pertama Banjar yang memeluk agama Islam. Walaupun saat ini masjid sudah berusia ratusan tahun, namun bangunannya masih berdiri kokoh. Dikutip dari laman Pemkot Banjarmasin, gaya arsitektur bangunan Masjid Sultan Suriansyah yang kuno sangatlah kental dengan nuansa tradisional Banjar dengan konstruksi panggung dan beratap tumpang.

Pada bagian mihrab masjid ini memiliki atap sendiri yang terpisah dengan bangunan induk. Bagian atapnya pun penuh ukiran khas Banjar. Kayu yang digunakan adalah kayu ulin yang merupakan kayu khas Kalimantan yang sangat kuat.

Baca juga: Fakta-Fakta Menarik Masjid Pink, Destinasi Wisata Religi Terbaik

Walau masjid ini sudah mengalami beberapa kali pemugaran namun struktur dasar bangunan ini tetap dipertahankan keasliannya karena masjid ini termasuk Kawasan Cagar Budaya peninggalan Kerajaan Banjar.

Dipengaruhi Kerajaan Demak

Masjid Sultan Suriansyah didominasi oleh warna hijau dan memiliki kubah yang agak berbeda dari masjid-masjid yang ada di Indonesia karena tidak berbentuk bulat. Melainkan bentuk atap yang bertingkat dan mengecil ke atas.

Pola ruang yang ada di masjid ini memiliki kemiripan dengan pola ruang masjid Demak. Melansir laman Kemdikbud, kemiripan terjadi karena bersamaan dengan masuknya agama Islam ke daerah ini oleh Khatib Dayan. Selain itu, ada sejarah yang menyebutkan bahwa dahulu, Pangeran Samudera (nama lain Sultan Suriansyah) mengalami kekalahan dalam perang.

Ia kemudian meminta bantuan kepada Kerajaan Demak dengan syarat apabila memperoleh kemenangan, Pangeran Samudera beserta rakyatnya harus memeluk agama Islam. Akhirnya beliau pun memenangkan peperangan tersebut dan beralih agama menjadi Islam dan mengganti namanya dengan Sultan Suriansyah. Tak lama berselang, dibangunlah Masjid Sultan Suriansyah sebagai tempat ibadah bagi umat muslim.

Filosofi masjid

Arsitektur masjid ini memiliki banyak simbol keislaman yang tersirat. Di antaranya adalah pintu utama masjid yang berjumlah 5 buah melambangkan jumlah salat yang harus dikerjakan sehari.

Total pintu masjid berjumlah 17 seperti jumlah rakaat salat wajib. Pintu peninggalan Sultan Suriansyah yang dihiasi oleh kaligrafi Arab juga masih terpajang rapi di masjid ini.

Baca juga: Dear Traveler Muslim, Ini 9 Destinasi Wisata Religi di India

“Di pintu ini bertuliskan 'telah berdiri sebuah kerajaan Islam yang dipimpin oleh Sultan Suriansyah',” ucap seorang pengurus masjid, M Noer Yasin Rais dikutip dari channel YouTube Maybi Prabowo.

Tak hanya itu, bagian dalam masjid ini juga sarat dengan simbol-simbol Islam dan nuansa khas Banjar. Bisa dilihat dari banyaknya ukiran kaligrafi Arab berupa ayat-ayat Alquran dan nama Allah yang menghiasi masjid.

Di bagian lainnya, ada ukiran-ukiran khas Banjar seperti manggis, nanas, tali dan bunga. Sedangkan pada bagian tengah masjid terdapat empat tiang guru yang masih asli sejak pertama dibangun. Sebab, dahulu masjid ini masih sangat sarat dengan budaya Banjar dan pengaruh Hindu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini