Wisata Candi Kalasan, Selalu Buat Wisatawan Kagum

Fatha Annisa, Jurnalis · Kamis 11 Maret 2021 06:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 10 408 2375841 wisata-candi-kalasan-selalu-buat-wisatawan-kagum-NlArZ3fjHv.jpg Wisata Candi Kalasan. (Foto: Instagram oldvehiclegreatjourney)

WISATA Candi Kalasan adalah salah satu candi Budha tertua yang ada di Yogyakarta. Meski digolongkan dalam candi bercorak Budha, Candi Kalasan dibangun dengan perpaduan antara kerajaan Budha dan Hindu.

Lokasinya berada di Desa Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Candi Kalasan yang juga dikenal dengan nama Candi Kalibening hanya berjarak sekira 16 kilometer dari pusat kota Yogyakarta atau 2 kilometer dari Candi Prambanan.

Letaknya yang berada pada sisi Jalan Raya Yogyakarta-Solo, membuat akses menuju candi sangatlah mudah. Tarif yang harus dibayarkan untuk masuk ke kawasan Candi Kalasan adalah Rp5.000 per orang, Rp5.000 untuk biaya parkir motor dan Rp10.000 untuk mobil.

Berikut ini adalah deretan fakta menarik wisata Candi Kalasan yang bisa Anda simak. Ada apa saja ya?

Baca Juga: Wisata Candi Arjuna, Destinasi Wajib Bila Liburan ke Dieng

 

Sejarah candi

candi

(Foto: Instagram mgm_bt_trip)

Prasasti Kalasan yang ditemukan tidak jauh dari Candi Kalasan menjadi pengungkap sejarah pembangunan candi tersebut. Ditulis pada tahun Saka 700 atau 778 Masehi atau sama dengan tahun dibangunnya Candi Kalasan, bahasa yang digunakan dalam prasasti masih merupakan bahasa Sansekerta dan huruf pranagari.

Dalam prasasti dijelaskan bahwa awal mula pembangunan Candi Kalasan berasal dari nasihat para pemuka agama kepada Maharaja Tejapurnama Panangkarana, yaitu Rakai Panangkaran, di zaman wangsa Syailendra. Mulanya, Candi Kalasan dibangun sebagai tempat suci yang digunakan untuk sarana pemujian Dewi Tara sekaligus biara untuk para pendeta Budha. Lalu, Rakai Panangkaran memilih Desa Kalasan sebagai tempat untuk membangun bangunan suci itu.

Pada 750 hingga 850 Masehi, wilayah Jawa Tengah bagian utara dikuasai oleh raja-raja Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu. Sedangkan kawasan selatan Jawa Tengah dikuasai oleh raja-raja wangsa Syailendra yang beragama Budha.

Perbedaan kekuasaan ini yang membuat Candi Kalasan memiliki corak perpaduan antara Budha dan Hindu. Perpaduan tersebut menjadi keistimewaan dari Candi Kalasan.

Arsitektur candi

Candi Kalasan dibangun di atas lahan berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 45 x 45 meter. Tinggi secara keseluruhan mencapai 34 meter karena bangunan tersebut berada pada ketinggian 20 meter dari atas tanah.

Setiap sisi candi terdapat tangga dengan kaki-kaki terhias sepasang kepala naga. Tangga tersebut digunakan untuk menuju emperan candi. Terdapat pula singgasana yang dihiasi makhluk seperti singa tengah duduk di punggung gajah pada keempat sisi ruangan utama.

Sementara itu, dinding Candi Kalasan dipenuhi oleh pahatan bermotif kumuda atau daun kalpataru yang keluar dari jambangan berbentuk bulat. Keunikan lainnya terletak pada cekungan di dinding yang berisi arca.

Sayangnya, arca tersebut sudah tidak lengkap karena banyak yang hilang. Di bagian atas cekungan tersebut, pengunjung akan melihat pahatan bermotif kala.

Di bawahnya terdapat hiasan kecil yang menggambarkan seorang wanita tengah bersila memegang benda di atas kedua tangganya. Sedangkan sisi kanan dan kiri pintu candi, dihiasi sosok dewa dalam posisi berdiri sambil menggenggam bunga teratai.

Bagian atas dari tubuh candi juga tak luput dari keunikannya. Pada bagian tersebut terdapat kubus yang mempresentasikan Puncak Meru. Ada 52 stupa mengelilingi puncak dengan tinggi sekitar 4,6 meter. Bagian atap berbentuk segi delapan bertingkat dua dengan tingkat pertama berupa relung yang berisi arca manusia Budha dan tingkat kedua berisi arca Dhayani Budha. Di antara bagian tubuh dan atap candi pengunjung akan menemukan hiasan berupa makhluk kerdil bernama Gana.

 

Keistimewaan relief candi

Berbeda dengan kebanyakan candi ternama di Indonesia, batu relief kalasan bertekstur halus. Hal tersebut karena dinding luar candi dilapisi Valjralepa atau semen kuno yang sangat khas. Fungsi dari Valjralepa adalah melindungi dinding candi dari lumut dan jamur. Permukaan relief juga akan terasa lebih halus dan warna candi menjadi berwarna keemasan karena semen kuno itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini