Sederet Larangan saat Nyepi di Bali, Wisatawan Tak Boleh Melanggar

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Minggu 14 Maret 2021 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 14 406 2377469 sederet-larangan-saat-nyepi-di-bali-wisatawan-tak-boleh-melanggar-qsMDhVjda3.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

NYEPI adalah hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap Tahun Baru Saka. Memiliki makna sunyi/senyap, masyarakat Bali merayakan Tahun Baru Saka dengan menyepi.

Tidak ada aktivitas seperti biasa, baik untuk wisatawan maupun masyarakat di Bali. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara Internasional pun tutup, namun tidak untuk rumah sakit.

Lantas, apa aja sih aturan bagi wisatawan selama nyepi di Bali? Berikut informasinya yang telah dirangkum Okezone dari berbagai sumber.

Tidak boleh berpergian

 bali

Rangkaian upacara hari raya Nyepi di Bali meliputi Melis atau Penyucian, Pengerupukan, Sipeng (Catur Bratha Penyepian), dan Ngembak Geni. Berdasarkan Surat Edaran Bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali dan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali Nomor 009/PHDI-Bali/I/2021, Nomor 002/MDA-Prov Bali/I/2021 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan Rangkaian Hari Raya Suci Nyepi Tahun Saka 1943 di Bali, melarang seluruh penyedia jasa transportasi baik darat, laut, udara beroperasi selama pelaksanaan Hari Raya Suci Nyepi, dari Minggu, 14 Maret 2021 mulai pukul 06.00 WITA s.d Senin 15 Maret 2021 pukul 06.00 WITA.

Semua lalu lintas di Bali akan dihentikan. Semua toko ditutup. Lalu lintas pejalan kaki tidak diperbolehkan di pantai atau di jalanan.

Bagi wisatawan yang sedang berlibur di Bali, ada baiknya untuk tidak keluar dari penginapan saat Nyepi berlangsung. Karena bisa diamankan oleh pecalang atau petugas keamanan adat yang berpatroli saat Nyepi.

Baca Juga: Nyepi, Sandiaga Uno Ingin Masyarakat Tingkatkan Soliditas dan Kepedulian Cegah Covid-19

 

Dilarang berisik

 

Wisatawan yang berada di Bali pada saat Nyepi haruslah tetap tenang dan jangan berisik. Semua suara dan musik di dalam ruangan harus diatur ke volume paling rendah. Pemerintah juga melarang semua radio, stasiun TV dan mematikan data seluler (Internet).

“Untuk mendukung Hari Nyepi, layanan data seluler dan IPTV di Bali dibatasi pada 14 Maret 06.00 s.d. 15 Maret 06.00 WITA. Untuk obyek vital diupayakan tetap hidup,” kata Pemprov Bali yang dikutip Okezone dari Instagram @jeg.bali pada 13 Maret 2021.

Menyalakan petasan/mercon, pengeras suara dengan volume kencang, dan bunyi-bunyian lainnya sangat dilarang bagi masyarakat dan wisatawan karena dapat mengganggu umat beragama Hindu yang sedang merayakan Nyepi.

Jangan menyalakan lampu balkon

Pada malam hari, semua lampu harus dimatikan. Hotel akan menutup semua gorden sehingga tidak ada sinar cahaya yang menyinari ke luar. Lampu balkon kamar tidak boleh menyala, hanya lampu kamar yang boleh menyala. Bagi tamu yang ingin berjalan di area hotel, biasanya akan disediakan senter oleh pihak hotel.

Restoran di dalam hotel besar juga akan tetap buka tetapi jika Anda tinggal di homestay kecil atau vila mandiri, Anda harus memastikan Anda memiliki cukup makanan dan perbekalan untuk bertahan selama 24 jam.

Dilarang foto selfie

Peraturan ini tidak hanya berlaku untuk umum, tetapi petugas-petugas adat juga harus mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan untuk tidak melakukannya saat bertugas di Hari Nyepi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini