Pramugari Cantik Gagal Nikah Gegara Di-PHK hingga Banting Stir Jualan Tahu Goreng

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 15 Maret 2021 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 14 406 2377594 pramugari-cantik-gagal-nikah-gegara-di-phk-hingga-banting-stir-jualan-tahu-goreng-bzOfMkcbcY.jpg Pramugari Maliah yang di-phk. (Foto: Pribadi Maliah/mstar)

PANDEMI Covid-19 membuat sejumlah pegawai terkena imbasnya, yaitu di PHK (pemutusan hubungan kerja). Hal ini juga terjadi kepada salah seorang pramugari cantik asal Malaysia, Maliah MD Noor.

Dikutip dari laman mStar, Maliah MD Noor mulai mengudara sebagai pramugari di salah satu maskapai penerbangan Malaysia, sejak 2018. Namun ia harus bersedih terkena imbas bobroknya perekenomian di masa pandemi.

Baca Juga: 10 Bulan Jadi Pramugari, Imay Panay Berhasil Bangun Rumah untuk Orangtua

pramugari

Kontraknya tidak diperpanjang, akibat terdapat masalah di maskapainya tempat ia bekerja. "Saya dapat panggilan tentang kabar mengejutkan, itu pada Hari Raya (Idul Fitri) saat di rumah di Subang, Selangor. Waktu itu saya memang sudah menduganya," ujar perempuan 27 tahun itu.

Tak sampai di situ, Maliah juga kesulitan untuk pulang ke kampung halamannya di Johor. Ia pun kebingungan, dan hanya bisa menangis lantaran tak bisa bertemu keluarganya.

"Apalagi saya tak bisa pulang kampung untuk lebaran di Johor karena pembatasan lintas negeri ketika itu. Air mata langsung meleleh," katanya.

PHK membuat Maliah sangat sedih, lantaran ia merupakan tulang punggung keluarga. Dirinya sedih, bagaimana bisa mencari nafkah dan mencukupi semua kebutuhan orangtua, serta adik-adiknya yang masih kecil juga sekolah.

Bagai jatuh tertimpa tangga, rencana untuk menikah dengan sang kekasih juga harus ditunda. Sebab keduanya juga terkena imbas PHK, sehingga keduanya harus mengurungkan niat untuk mengadakan pernikahan.

"Saya dan tunangan juga seharusnya menikah pada awal Agustus tahun ini. Tapi karena sama-sama kehilangan pekerjaan, maka rencana itu terpaksa ditangguhkan dulu," terangnya.

Maliah merupakan lulusan S1 Seni Desain Fesyen dan Tekstil di Universitas Malaysia Sarawak (Unimas). Mengandalkan pengetahuannya semasa sekolah dulu, ia pun akhirnya memutuskan untuk menjahit, agar kebutuhan hidupnya beserta keluarganya terpenuhi.

Selain menjahit, mantan pramugari ini juga sesekali membantu ibunya berjualan tahu goreng. Berbagai pekerjaan ia lakoni, demi mencari sesuap nasi. Pernah suatu hari, ia menerima panggilan wawancara kerja. Namun ternyata itu semua hanya tipuan, Maliah pun melanjutkan ikhtiar lainnya.

Kemudian rezeki tak diduga akhirnya datang menghampirinya. Ia diterima di agen penjualan mobil pada Agustus 2020 lalu. Meski belum memiliki pengalaman di bidang tersebut, namun ia tetap bersyukur.

"Saya bersyukur, Allah sudah merancang apa yang terbaik untuk kita. Saat dapat pelanggan pertama yang beli mobil bulan lalu, ya Allah saya sangat bersyukur. Sampai melompat sebab sangat gembira," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini