Share

Kampung Mati Bekas Tempat Tinggal Korban Lumpur Lapindo, Berani Uji Nyali?

Elvina Maharani Putri, Jurnalis · Minggu 14 Maret 2021 21:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 14 408 2377525 kampung-mati-bekas-tempat-tinggal-korban-lumpur-lapindo-berani-uji-nyali-Fp4NJcadZs.jpg Suasana desa di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. (Foto: YouTube Valeon TV)

DESA Renokonong yang terletak di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur menjadi kampung mati tanpa penghuni. Ada kisah mistis di balik sunyinya desa itu.

Desa tersebut ternyata sudah ditinggal warganya belasan tahun akibat menjadi korban keganasan lumpur Lapindo belasan tahun silam. Setiap orang yang kini datang kesana pun mengaku merasakan suasana berbeda.

Saat pertama kali menginjakan kaki ke Desa Renokonong, suasana sore hari menjelang magrib begitu sepi dan gelap sangat mencekam. Peristiwa musibah lumpur lapindo merusak semua rumah penduduk di desa ini.

Baca Juga: Cerita Pramugara Dicekik Makhluk Bermata Merah dan Bertaring di Hotel Sampai Berdarah

 desa

Maka dari itu, semua penduduk memutuskan mencari tempat tinggal lain karena takut lumpur Lapindo akan menyerang kembali ke desa mereka.

"Bisa dibilang ini kampung mati atau desa terbengkalai, jadi ini dulunya rumah padat sekali, setiap sudut rumah semua. Sekarang kondisinya sangat memprihatinkan karena desa korban lumpur lapindo yang ada di Sidoarjo," dikutip Okezone dari channel Youtube Valeon TV.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Meski seluruh warga sudah pindah, namun masih ada satu warga yang tersisa di desa ini. Orang tersebut adalah ketua RT setempat. Ia bersikeras akan tetap menjaga rumahnya dan tinggal di sana apapun yang terjadi, karena Desa Renokonong merupakan tempat kelahirannya.

"Dulu ia adalah orang terakhir yang bisa dibilang menjaga tempat ini. Sejak tahun 2007-an, penduduk mulai pergi. Setiap warga juga sudah mendapatkan ganti rugi dari pemerintah, tetapi pak RT tidak mau pindah walaupun beliau mendapatkan ganti rugi," kata Valeon sambil memvideokan rumah ketua RT dari luar.

Berdasarkan penelusuran Okezone, hampir seluruh bangunan rumah yang ada di desa ini tidak utuh lagi, bahkan beberapa sudah menjadi puing-puing bersama tanah.

Namun, di sisi sebelah kiri, tidak jauh saat memasuki lokasi ini masih terdapat bangunan kokoh bertingkat dua yang utuh, tetapi sudah ditinggalkan oleh pemiliknya. Konon rumah tersebut milik orang paling kaya raya di desa tersebut.

Saat Veleon menghampiri, rumah tak terurus itu sudah hancur di bagian atapnya, di dalam teras rumah juga dipenuhi ranting pohon. Pintu pagar besinya pun berwarna hijau sudah berubah menjadi warna kecoklatan tua, menandakan berkarat.

"Bismillahirrahmanirrahim, sumpah seram banget. Pagarnya tinggi sekitar tiga meter sudah penyok-penyok gini. Aku sendirian semoga aman-aman aja ya, hawanya udah mulai gaenak soalnya," ujarnya.

Akses jalan di desa ini tentunya rusak parah, ditumbuhi semak-semak liar tinggi serta pohon yang lebat membuat siapapun kesulitan menjelahi tempat ini, ditambah minimnya penerangan lampu jalan semakin terkesan menyeramkan.

"Bagaimana kalau jam 12 malam... Sumpah dikasih uang jutaan saya gabakal mau uji nyali disitu," tulis komentar akun Za'iroh Iroh.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini