Pemerintah Targetkan 2 Juta Masyarakat Bali Rampung Divaksin Juli 2021

Antara, Jurnalis · Selasa 16 Maret 2021 08:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 16 406 2378431 pemerintah-targetkan-2-juta-masyarakat-bali-rampung-divaksin-juli-2021-VmrpyifIrR.JPG Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno dalam kunker ke Ubud, Bali (Foto: Antara)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Panjaitan menargetkan pada pertengahan tahun 2021, dua juta masyarakat Bali telah menjalani vaksinasi COVID-19.

Menurut Sandiaga, hal itu merupakan bentuk dukungan penuh Kemenkomarves terhadap langkah Kemenparekraf dalam pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Pulau Dewata.

Baca juga: Sandiaga Uno Bahas Travel Corridor Arrangement dengan Wakil Dubes Malaysia

"Program vaksinasi Covid-19 di Bali mendapatkan prioritas dan Menkomarves memberikan instruksi bahwa menuju bulan Juli kita mencoba mencapai target dua juta masyarakat Bali yang divaksinasi," ujar Sandiaga Uno di Ubud, Gianyar, Senin kemarin.

Ia mengatakan saat ini kesiapan dosis vaksin Covid-19 sudah tersedia dan yang perlu disiapkan adalah vaksinatornya. "Jadi kami tadi berbicara dengan Universitas Udayana, juga dari pihak Kodam dan Polda untuk menyiapkan tambahan vaksinator," katanya.

Dengan program vaksinasi Covid-19 yang terus digencarkan pemerintah, Sandi berharap seluruh pihak dapat tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

Berbagai langkah tersebut diharapkan dapat menjadi angin segar dalam percepatan pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif nasional.

"Ini akan memulai harapan dan menebar semangat baru bahwa Bali is Back dan Bali sebagai ikon pariwisata adalah sebagai semangat kita untuk membangkitkan ekonomi kita dan memulihkan pascapandemi," ujarnya.

Ditambahkannya, selain vaksinasi yang disiapkan di kawasan pariwisata Nusa Dua dan Ubud, program tersebut juga dilaksanakan di sejumlah titik lainnya di Pulau Dewata, seperti Sanur, Nusa Penida dan destinasi lainnya.

"Selain itu, 177 desa wisata yang masuk dalam program padat karya dapat menjadi desa wisata berkelanjutan dan desa wisata sehat, karena warganya sudah divaksin dan patuh terhadap protokol kesehatan yang ketat dan disiplin," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini