Italia Bakal Terapkan Lockdown Jelang Libur Paskah

Suci Wulandari Putri, Jurnalis · Selasa 16 Maret 2021 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 16 406 2378563 italia-bakal-terapkan-lockdown-jelang-libur-paskah-BJ5RijPOlS.JPG Suasana Kota Roma, Italia di tengah pemberlakuan lockdown (Foto: Reuters/Remo Casilli)

BAGI Anda yang dalam waktu dekat memiliki rencana berkunjung ke Italia, sepertinya harus mengurungkan niat. Pasalnya, masih tingginya angka kasus Covid-19, membuat pemerintah Italia berencana kembali menerapkan penguncian alias lockdown menjelang hari raya Paskah yang jatuh pada 4 April mendatang.

Penduduk Italia diimbau untuk tetap tinggal dan beraktivitas dari rumah, kecuali untuk urusan-urusan penting seperti keperluan pekerjaan dan kesehatan.

Baca juga: Viral Dikaitkan Tanda Kiamat, Tentara Ikut Serbu Gunung Emas di Kongo

Peningkatan kasus Covid-19 terjadi di seluruh negeri, dan hingga saat ini sudah menyentuh angka lebih dari 25.000 kasus sehari dalam enam minggu terakhir.

Hal ini juga disebabkan karena kampanye vaksinasi Italia yang sempat tertunda. Lebih dari 100 ribu warga meninggal akibat Covid-19. Angka ini merupakan jumlah tertinggi kedua di Eropa setelah Inggris.

Oleh karenanya, seluruh wilayah di Italia akan ditutup pada akhir pekan Paskah. Penerapan kebijakan lockdown ini dilakukan oleh pemerintah Italia sebagai bentuk usaha menekan lonjakan kasus Covid-19 yang mewabah di negara tersebut.

Menurut data Universitas John Hopkins, hingga saat ini hanya tiga persen negara yang baru menerima suntikan vaksin corona. Perdana Menteri, Mario Draghi mengatakan, Italia memberikan sekitar 170 ribu dosis vaksin setiap hari.

Tak seperti tahun lalu, saat Italia menjadi negara pertama yang menerapkan kebijakan lockdown, tahun ini pejabat setempat akan mengizinkan kunjungan terbatas untuk menyambangi teman atau kerabat selama libur Paskah.

Peringatan malam Paskah kemungkinan akan dilaksanakan lebih awal, sehingga para jemaat masih bisa mematuhi aturan jam malam yakni hingga pukul 22.00.

“Saya berharap ini (lockdown) akan menjadi pengorbanan terakhir yang diminta ke warga kami,” ujar Presiden Lombardy, Attilio Fontana, seperti yang diwartakan Fox News.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini