Ketiduran di Pesawat, Penumpang Ini Malah Didenda Rp3,6 Miliar

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Rabu 17 Maret 2021 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 16 406 2378920 ketiduran-di-pesawat-penumpang-ini-malah-didenda-rp3-6-miliar-KvGhjBWgVO.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

SEORANG penumpang penerbangan Alaska Airlines mengklaim bahwa dia tidak ingat pernah berperilaku agresif terhadap seorang awak pesawat. Tindakannya mungkin telah melanggar hukum federal dan dia bisa menghadapi hukuman penjara beberapa tahun dan denda yang besar.

Insiden itu terjadi pada penerbangan Alaska Airlines dari Seattle ke Denver pada 9 Maret, USA Today melaporkan yang dilansir Okezone dari Fox News. Menurut berita, FBI menangkap Landon Grier saat pesawat mendarat karena perilakunya di pesawat.

Baca Juga: Penasaran Berapa Gaji Pramugari Singapore Airlines?

Grier dilaporkan mengaku kepada agen bahwa dia telah minum beberapa gelas bir dan beberapa gelas alkohol sebelum naik ke pesawat. Dia rupanya tertidur di penerbangan dan terbangun karena pramugari berteriak padanya karena buang air kecil di kursinya.

Namun, ketika dia pingsan, Grier diduga memukul seorang pramugari yang memintanya berkali-kali untuk memakai maskernya yang terjatuh saat dia tidur. Grier memberi tahu agen federal bahwa dia tidak ingat akan hal ini.

Sayangnya, Grier haru menghadapi tuduhan federal karena mengganggu awak penerbangan dan pramugari. Tuduhan ini membawa hukuman maksimal 20 tahun penjara dan kemungkinan denda $ 250.000 atau sekitar Rp3,6 miliar, terlepas dari apakah dia ingat melakukannya atau tidak.

Dalam pernyataan yang diperoleh Fox News, juru bicara Alaska Airlines mengatakan, "Keselamatan tamu dan kru kami adalah prioritas utama kami. Kami tidak akan mentolerir gangguan apa pun di dalam pesawat kami atau di bandara mana pun yang kami layani."

"Kami menghargai upaya tim kami yang berdedikasi yang berkomitmen setiap hari untuk menjaga perjalanan tetap aman dan penuh hormat," ujarnya.

Grier sedang menunggu tanggal pengadilan berikutnya akhir bulan ini setelah dibebaskan dengan jaminan USD10.000 atau sekira Rp144 jutaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini