PEMERINTAH India memutuskan untuk menaikkan harga tiket masuk Taj Mahal. Naiknya harga tiket ini berlaku untuk turis domestik maupun mancanegara.
Agra Development Authority (ADA) menaikkan harga tiket masuk sebesar Rs30 atau Rp5.900 untuk turis domestic, sedangkan untuk turis mancanegara sebesar Rs100 atau Rp19.800. Tidak hanya itu, Komisaris Divisi Amit Gupta mengatakan bahwa dalam rapat dewan ADA, diputuskan akan menaikkan pajak tol bagi wisatawan yang memasuki Taj Mahal.
Turis India yang awalnya membayar seharga Rs50 atau Rp9.900 kini harus membayar Rs80 atau Rp15 ribuan. Sedangkan untuk turis asing harus membayar Rs1200 Rp237 ribuan.
Baca Juga:Â Â Manjanya Pose Pramugari Laura di Bak Mandi, Cantik Maksimal
Tidak hanya kenaikan tiket masuk Taj mahal dan tarif tol saja, ADA juga mengenakan biaya untuk wisatawan yang ingin memasuki kubah utama, dengan pungutan baru seharga Rs480 atau Rp95 ribu untuk wisatawan domestik, dan Rs1600 atau Rp316 ribuan untuk wisatawan asing.
Â
Kenaikan tarif ini dilakukan setelah terjadinya penurunan pendapatan dari Taj Mahal, karena adanya kebijakan penutupan monumen pascawabah Covid-19 selama 100 hari dan rendahnya lalu lintas turis.
Menanggapi hal ini, Presiden Kesejahteraan Turis Agra Prahalad Agarwal mengatakan, keputusan untuk menaikkan tarif ke Taj Mahal oleh ADA, seolah menjadikan Taj Mahal sebagai “angsa emas” dan terkesan serakah untuk menipu wisatawan demi mendapatkan keuntungan.
Keputusan ADA dalam menaikkan tarif ke Taj Mahal ini dinilai bukanlah langkah yang tepat untuk menaikkan pendapatan di tangah pandemi, justru malah membuat semakin menurun.
“Tiket mahal hanya akan membuat wisatawan menjauh dari mengunjugi monument. Industri pariwisata akan terpuruk karenanya,” jelas Agarwal seperti yang diwartakan oleh IndiaToday.
Saat mengeluarkan kebijakan tiket terpisah untuk memasuki kubah utama Taj mahal, alasan yang diberikan ADA ke pemerintah yaitu untuk mencegah wisatawan naik ke atas kubah utama. Hal ni akan menyebabkan rusaknya struktur marmer lunak.