Megahnya Wisata Candi Brahu, Lebih Tua dari Kerajaan Majapahit

Natalia Christine, Jurnalis · Rabu 17 Maret 2021 17:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 17 408 2379140 megahnya-wisata-candi-brahu-lebih-tua-dari-kerajaan-majapahit-aVZkF1Gw00.JPG Candi Brahu di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur (Foto: Instagram/@djawabatik)

SALAH satu bangunan jejak sejarah kerajaan tempo dulu di Nusantara ialah wisata Candi Brahu. Candi ini terletak di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Sejumlah pendapat mengatakan bahwa Candi Brahu lebih tua dibanding candi-candi lain yang ada di sekitar Trowulan, bahkan lebih tua dari Kerajaan Majapahit.

Melansir laman perpusnas.go.id, nama Brahu sendiri konon berasal dari kata 'Wanaru' atau 'Warahu', yaitu nama sebuah bangunan suci yang disebutkan di dalam prasasti tembaga 'Alasantan' yang ditemukan kira-kira 45 meter disebelah barat Candi Brahu.

Prasasti ini dibuat pada tahun 861 Saka atau, tepatnya, 9 September 939 M atas perintah Raja Mpu Sindok dari era Mataram kuno.

Baca juga: Wisata Candi Pawon, Bekas Tempat Pembakaran Mayat Raja

Candi Brahu

(Foto: Instagram/@poernomoferi)

Menurut masyarakat setempat, candi ini dulu berfungsi sebagai tempat pembakaran jenazah raja-raja Brawijaya. Namun, hasil penelitian yang dilakukan terhadap candi tersebut tidak menunjukkan adanya bekas-bekas abu atau mayat, karena bilik candi sekarang sudah kosong.

Sejumlah benda kuno pernah ditemukan di sekitar kompleks candi. Di antaranya alat upacara dari logam, perhiasan dan benda-benda lain dari emas, serta arca-arca logam yang seluruhnya bercorak Buddha, sehingga ditarik kesimpulan bahwa Candi Brahu merupakan candi Buddha.

Kendati tak satupun arca Buddha ditemukan di sana, namun gaya bangunan serta sisa profil alas stupa yang terdapat di sisi tenggara atap candi menguatkan dugaan bahwa Candi Brahu memang merupakan candi Buddha yang diperkirakan dibangun pada abad 15 Masehi.

Letak candi persis menghadap ke Barat, berdenah dasar persegi panjang seluas 18x22,5 meter dan dengan tinggi yang tersisa kini hanya 20 meter. Sebagaimana umumnya bangunan purbakala lain yang diketemukan di Trowulan, Candi Brahu juga terbuat dari bata merah.

Namun, berbeda dengan candi yang lain, bentuk tubuh Candi Brahu tidak tegas persegi melainkan bersudut banyak, tumpul dan berlekuk. Bagian tengah tubuhnya melekuk ke dalam seperti pinggang.

Baca juga: Wisata Candi Mendut, Unik dan Memikat Hati Wisatawan

Lekukan tersebut dipertegas dengan pola susunan batu bata pada dinding barat atau dinding depan candi. Atap candi juga tidak berbentuk berbentuk prisma bersusun atau segi empat, melainkan bersudut banyak dengan puncak datar.

Untuk dapat berwisata ke sini Anda cukup dengan membayar tiket masuk sebesar Rp3.000 per orang. Dengan tarif segitu wisatawan bisa berkeliling sepuasnya sembari mengabadikan foto dengan beragam spot ciamik di sekitar candi. Kawasan wisata Candi Brahu buka setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini