Bekas Tambang Timah, Danau Kaolin Mampu Sedot 62.701 Wisatawan

Antara, Jurnalis · Kamis 18 Maret 2021 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 18 406 2379766 bekas-tambang-timah-danau-kaolin-mampu-sedot-62-701-wisatawan-0sfmv4IWpG.JPG Danao Kaolin, bekas tambang timah jadi objek wisata digandrungi di Babel (Foto: Instagram/@rdtaa)

DINAS Kebudayaan, Pariwisata, Pemudan dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mencatat sepanjang 2020 terdapat sebanyak 62.701 wisatawan yang berkunjung ke Danau Kaolin.

"Jumlah pengunjung ke Danau Kaolin termasuk tertinggi jika dibanding dengan objek wisata lainnya di daerah ini," kata Kepala Disbudparpora Bangka Tengah, Zainal.

Baca juga: Dongkrak Pariwisata, Negara Ini Beri Vaksinasi Covid-19 Gratis bagi Pelancong

Menurut dia, Danau Kaolin merupakan objek wisata tambang yang mulai dikembangkan sejak 3 tahun belakangan dan menjadi tujuan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

"Danau Kaolin merupakan lubang bekas penambangan bijih timah yang sudah ditinggalkan sejak 1971, kemudian airnya berubah menjadi biru sehingga disebut Danau Kaolin," ujarnya.

Objek wisata Danau Biru di Desa Nibung ini lanjutnya, sempat masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019 karena memiliki daya tarik tersendiri dan sebuah fenomena alam yang cukup unik.

API ialah rangkaian kegiatan tahunan yang diselenggarakan dalam upaya membangkitkan apresiasi masyarakat terhadap pariwisata Indonesia.

Zainal mengatakan, Danau Kaolin merupakan objek wisata mini yang merupakan bekas lubang tambang yang sudah ada sejak 1971.

Danau Kaolin ini, kata dia, awalnya merupakan kawasan penambangan bijih timah milik PT Koba Tin yang tidak lagi dieskplorasi sejak 1971, sekarang menjadi destinasi wisata baru.

"Danau Kaolin merupakan destinasi wisata yang berbeda dengan kawasan wisata lainnya karena termasuk objek wisata tambang," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini