Mengangkat Pamor Arak dan Kopi Bali di Kancah Internasional Melalui Lomba

Antara, Jurnalis · Jum'at 19 Maret 2021 00:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 18 406 2380240 mengangkat-pamor-arak-dan-kopi-bali-di-kancah-internasional-melalui-lomba-eX9nlfxrqd.JPG Arak asli Karangasem, Bali (Foto: Instagram/@pansalam_arakbali)

DEWAN Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Provinsi Bali menggelar lomba barista kopi Bali dan lomba mixologi arak Bali sebagai salah satu upaya menggaungkan produk lokal asli Pulau Dewata ke pasar internasional, terutama untuk kebutuhan pariwisata.

"Kedua lomba ini sekaligus dilaksanakan sebagai bentuk keberpihakan terhadap petani lokal Bali, terutama petani kopi Bali dan perajin arak Bali sesuai arahan Gubernur Bali Wayan Koster," kata Koordinator Lomba DPD PDIP Provinsi Bali, I Made Ramia Adnyana di Denpasar, Kamis, 18 Maret 2021.

Untuk lomba barista kopi Bali akan dilaksanakan pada 20 Maret 2021 dan lomba mixologi arak Bali digelar 3 April 2021 secara serentak di sembilan kabupaten/kota se-Bali.

Baca juga: Balik dari Bali, Sandiaga Uno Sampaikan 6 Poin Penting

"Melalui lomba ini, sekaligus kami ingin mengedukasi masyarakat Bali, terkait produk kopi ataupun arak Bali dengan kualitas bagaimana yang digemari atau bisa terserap untuk sektor pariwisata atau pasar internasional," ucapnya.

Ramia yang juga Wakil Ketua Umum Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) itu mengatakan, selama ini Bali kehilangan sekitar Rp7 triliun dari cukai minuman beralkohol karena kebutuhannya didatangkan dari luar negeri, padahal sesungguhnya Bali memiliki potensi arak Bali yang tidak kalah.

"Melalui lomba ini, kami harapkan wisatawan dan masyarakat sama-sama teredukasi, juga nantinya para bartender dapat lebih memperkenalkan kepada wisatawan," ujarnya.

Lomba barista kopi Bali juga merupakan implementasi Peraturan Cubemur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan industi lokal Bali dan lomba mixologi arak Bali sebagai omplementasi Pergub Bali Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan atau Distilasi Khas Bali.

"Barista pun kini menjadi profesi yang lagi digandrungi generasi milenial. Dengan lomba ini, kami ingin mengangkat kopi dan arak Bali agar bisa digarap dengan lebih baik sehingga dapat menjadi tuan di negerinya sendiri," tuturnya.

Sebelum pandemi Covid-19, potensi pasar untuk Bali memang cukup besar dengan rata-rata kunjungan wisman sekitar 6,3 juta orang dan sekitar 10,5 juta wisatawan domestik.

Adapun terkait lomba nanti, peserta untuk tujuh kabupaten di Bali (Karangasem, Bangli, Klungkung, Gianyar, Tabanan, Jembrana, dan Buleleng) dibatasi masing-masing 15 orang. Sedangkan untuk Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, masing-masing 20 peserta dengan melalui penerapan protokol kesehatan yang ketat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini