Share

Intip Fasilitas Hotel Cynthiara Alona yang Jadi Sarang Prostitusi

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Jum'at 19 Maret 2021 15:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 19 406 2380614 intip-fasilitas-hotel-cynthiara-alona-yang-jadi-sarang-prostitusi-uH33gdjmEd.jpg Hotel Alona. (Foto: Agoda)

HOTEL Alona milik artis Cynthiara Alona yang jadi tempat prostitusi kini disorot warganet. Seperti apa sih fasilitas hotelnya.

Perlu diketahui, Hotel Alona berada di kawasan Kreo, Larangan, Tangerang Selatan. Hotel ini dibongkar oleh Polisi pada Selasa 16 Maret 2021, lantaran adanya dugaan praktik prostitusi yang dilakukan di hotel tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, hotel Cynthiara Alona dijadikan tempat prostitusi oleh DA dan AA, muncikari yang bekerja sama dengan Cynthiara selama tiga bulan terakhir.

Baca Juga: 4 Hotel Murah di Serpong BSD, Semalam Cuma Rp300 Ribuan

Dikutip Okezone dari situs salah satu online agent travel di Tanah Air, Hotel Alona ini adalah hotel bintang 2 yang menyediakan WiFi gratis di setiap kamarnya, resepsionis 24 jam dan layanan kamar. Hotel ini memiliki warna yang didominasi dengan warna merah dan putih.

 hotel

Hotel Alona menyediakan 4 tipe kamar. Di antaranya Suite Rooms, Family Room, Double Room dan Premium Room. Kamar-kamar di hotel ini dilengkapi dengan area tempat duduk dan TV layar datar.

Kamar mandi pribadinya dilengkapi dengan pengering rambut. Sarapan disajikan setiap pagi dan hotel ini bahkan memiliki kolam renang dan meja biliard. Hotel ini dekat dengan Bandara Soekarno Hatta Jakarta, sekitar 16 km dari akomodasi.

Untuk tarif per malamnya adalah sekira Rp350 ribu dan waktu check in nya adalah dari pukul 00.00-23.59 dan waktu check out nya adalah pukul 00.00.

 hotel

Sementara itu, alasan Cynthiara menjadikan hotel tersebut sebagai tempat prostitusi, karena mengalami kesulitan operasional selama pandemi Covid-19. Kombes Pol Yusri Yunus menyebutkan, Cynthiara bahkan meminta agar 30 kamar di hotel yang dia miliki agar tidak kosong dan selalu penuh selama pandemi.

“Motifnya, karena di masa pandemi Covid-19 hunian hotel cukup sepi, sehingga harus ada anggaran operasional. Sehingga mereka harus menerima kasus-kasus untuk perbuatan cabul dalam hotelnya. Sehingga biaya operasional hotel bisa berjalan," kata Yusri Yunus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini