3.500 Pelaku Wisata di Batam dan Bintan Divaksin Covid-19

Antara, Jurnalis · Minggu 21 Maret 2021 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 20 406 2381233 3-500-pelaku-wisata-di-batam-dan-bintan-divaksin-covid-19-1GEAdZi3pU.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Uno saat meninjau vaksinasi Covid-19 bagi pelaku pariwisata di Batam, Kepri (Foto: Instagram/@sandiuno)

SEBANYAK 3.500 pelaku wisata di Kota Batam dan Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau menjalani vaksinasi Covid-19, Vaksinasi dilakukan sebagai langkah awal pemulihan pariwisata setempat.

"Tadi vaksin, kami menargetkan hari ini 1.500 orang di Batam, dan di Bintan 2.000 lebih," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno di Batam, Sabtu, 20 Maret 2021.

Kemenparekraf menargetkan 30.000 orang pelaku usaha Batam dan Bintan menerima imunisasi Covid-19, sebelum pembukaan koridor perjalanan yang aman dengan Singapura, pada April 2021.

Baca juga: Edan! Pasutri Ngeseks di Pesawat Jadi Tontonan Penumpang Lain

Vaksinasi Covid-19 terhadap insan pariwisata diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pelancong mengenai keamanan, keselamatan, dan kenyamanan saat menghabiskan waktu di dua zona yang direncanakan dibuka untuk wisman itu.

"Untuk bangkitnya Kepri khususnya di sektor pariwisata," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Sandi mengingatkan pelaku pariwisata yang sudah divaksin untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.

Seorang pelaku wisata yang menjalani vaksinasi, Mariani, mengaku bersyukur dengan program pemerintah untuk membentuk kekebalan kelompok terhadap Virus Corona. Seusai divaksin, ia menyatakan tidak merasakan keluhan yang berarti.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi menyatakan, total pelaku pariwisata yang akan menerima vaksin, pada pekan ini sebanyak 1.900 orang yang dilakukan bertahap hingga Senin, 22 Maret 2021.

Pihaknya melibatkan sekitar 50 orang tenaga medis yang dibagi dalam lima tim dalam vaksinasi insan pariwisata, yang pembukaannya dihadiri Menteri Pariwisata dan Parekraf itu.

"Mulai dari PCare itu diurus dari Puskesmas Sambau, Puskesmas Jabi dan Puskesmas Kabil," kata dia.

Kemudian pada penelusuran riwayat kesehatan, pihaknya melibatkan tenaga medis dari Puskesmas Sei Lekop, Puskesmas Pancur, dan Puskesmas Galang. Sedangkan vaksinator diserahkan pada petugas medis dari Puskesmas Belakangpadang, Puskesmas Botania, Puskesmas Rempang Cate dan Puskesmas Sei Langkai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini