Share

Wujudkan Pusat Wisata Halal, Kota Malang Gandeng 'Juleha'

Antara, Jurnalis · Minggu 21 Maret 2021 03:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 20 406 2381241 wujudkan-pusat-wisata-halal-kota-malang-gandeng-juleha-oA4gQXLul9.JPG Ilustrasi (Foto: Islamic Center)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Malang semakin gencar mewujudkan kota itu sebagai destinasi wisata halal. Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan menggandeng juru sembelih halal (juleha) yang memiliki kompetensi dan bersertifikat.

Para juleha ini belakangan terus digerakkan, baik secara kualitas maupun kuantitasnya demi mendukung terwujudnya gagasan Malang Halal Center yang digaungkan dalam beberapa tahun terakhir.

Tak hanya tagline 'Malang Bermartabat' yang terus digaungkan, baik oleh Wali Kota Malang, Sutiaji maupun para pejabat di lingkungan pemkot setempat dan para legislator, Malang Halal Center pun terus digeber dalam berbagai kesempatan.

Destinasi wisata, produk makanan dan minuman secara perlahan diarahkan menjadi sebuah gaya hidup halal di Kota Malang, tak terkecuali untuk konsumsi daging pun harus disembelih secara syar'i sesuai tuntunan.

Baca juga: 3 Mal Jakarta Asyik Buat Hangout saat Weekend

Guna mewujudkan peredaran daging konsumsi yang halal di kota pendidikan itu, Juleha menjadi salah satu gantungan harapan Pemkot Malang. Oleh karena itu, pemkot setempat menggandeng banyak pihak untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi para Juleha tersebut.

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko mengatakan, Pemkot Malang sudah bergerak dan menyiapkan berbagai hal untuk mewujudkan Program Malang Halal Center tersebut, salah satunya menjadikan Pasar Bunul di Kecamatan Blimbing sebagai proyek percontohan pasar halal yang bisa menjadi jembatan serba halal di kota itu.

"Pasar Bunul sebagai percontohan sekaligus tahapan menuju Malang Halal Center, daging hewan yang dijual semuanya disembelih dengan cara yang syar'i, halalan thoyyiban dan para Juleha ini yang berperan vital dalam menyediakan daging halal dan thoyyib," kata Sofyan Edi saat menghadiri pelatihan Juleha Kota Malang di Songgoriti, Batu, belum lama ini.

Baca juga: Intip Fasilitas Hotel Cynthiara Alona yang Jadi Sarang Prostitusi

Menurut Sofyan, pelatihan Juleha yang dibidani Kantor Perwakilan BI Malang ini merupakan langkah strategis, karena baru pertama kali dilaksanakan dan sebagai pintu masuk untuk mewujudkan konsep wisata halal yang bakal diterapkan di berbagai destinasi wisata di kota pendidikan ini.

Malang Halal Center yang digagas sejak dua tahun terakhir dan saat ini masih terus berproses.

"Kita tata semuanya, seperti pasar maupun destinasi wisatanya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah tuntas," ungkapnya.

Kepala Perwakilan BI Malang, Azka Subhan Aminurridho selaku inisiator pelatihan bagi Juleha di Kota Malang berujar, pelatihan bagi Juleha, selain mendukung Program Malang Halal Center sebagai destinasi wisata, juga sebagai perwujudan pengembangan ekonomi syariah.

Selain itu, juga memberikan dukungan terhadap pengembangan Jawa Timur sebagai kawasan industri halal, termasuk di sektor makanan dan minuman (mamin) sesuai program Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

"Pelatihan Juleha ini tidak hanya menyasar para juru sembelih dari kalangan profesional (jagal), tetapi juga melibatkan juru sembelih dari berbagai lembaga, tak terkecuali dari pondok pesantren dan pengurus masjid yang ada di Kota Malang," tuturnya.

Baca juga: Bangganya, Halal Tourism Indonesia Terbaik di Dunia, Ini Daerah-daerahnya!

Juleha yang menjadi pejuang makanan halal itu mengantongi sertifikat kompetensi sebagai juru sembelih. Pelatihan juru sembelih halal ini diharapkan mampu mendorong tersedianya juru sembelih yang berkompetensi dan profesional, menjamin tersedianya daging yang halal serta menciptakan pengembangan halal value chain pada industri pengolahan khususnya untuk pengolahan makanan di Kota Malang.

Penyembelihan menjadi salah satu faktor pemenuhan kriteria halal serta titik kritis dalam menghasilkan daging yang aman, sehat, dan sesuai syariah. Juru sembelih halal menurut SNI Nomor 99002 Tahun 2016 adalah orang yang melakukan proses penyembelihan dan telah memenuhi persyaratan perundangan.

Sekadar diketahui, wisata halal terus digaungkan Kota Malang. Perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata pun mulai banyak yang mendaftarkan diri untuk memperoleh sertifikat halal. Pada tahun 2020, ada 20 perusahaan yang difasilitasi Pemerintah Kota Malang untuk mengantongi sertifikat halal.

Pemkot Malang hanya mampu memberi fasilitas kepada 20 perusahaan karena anggaran yang ditetapkan hanya mencukupi untuk 20 perusahaan saja, sehingga perusahaan lain yang hendak memperoleh sertifikasi halal diharapkan mau mengeluarkan anggaran secara mandiri.

Sementara untuk pendampingan proses pemenuhan persyaratan akan tetap dibantu oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Malang.

"Biayanya bagi perusahaan tidak terlalu besar, tergantung itemnya, antara Rp2,5 juta sampai Rp5 juta," sebut Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Malang, Yenny Mariati.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, bazar wisata halal ini menjamin kepada setiap konsumen terhadap kehalalan produk yang dijual. Bukan saja pada bahan makanannya, juga pada prosesnya.

Nantinya kata dia, akan ada jaminan bagi konsumen bahwa makanan dan minuman berlabel halal itu benar-benar sesuai dengan prosedur dan mendapatkan sertifikasi halal.

"Sambil menata wisata halal, ke depan kami juga ingin mengangkat UMKM dengan produk-produknya yang juga terjamin kehalalannya," ucap Sutiaji.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini