Kisah Pendaki Perempuan Dipeluk Sosok Raksasa Hitam Berbulu di Gunung Gede

Fatha Annisa, Jurnalis · Minggu 21 Maret 2021 21:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 21 406 2381559 kisah-pendaki-perempuan-dipeluk-sosok-raksasa-hitam-berbulu-di-gunung-gede-eUYeZmOSOL.JPG Gunung Gede Pangrango (Foto: Instagram/@tn_pendakiangedepangrango)

GUNUNG Gede merupakan spot pendakian yang cukup populer di kalangan pendaki. Berlokasi di Jawa Barat, gunung ini berketinggian 2.958 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan berada dalam lingkup Taman Nasional Gede Pangrango. Keindahan Gunung Gede sayangnya tidak luput dari kisah horor yang disimpannya.

Tak jarang para pendaki Gunung Gede harus mengalami kejadian yang tidak bisa dijelaskan oleh akal sehat. Contohnya saja Gandel, seorang pendaki perempuan yang punya pengalaman mistis saat ia berkesempatan mendaki Gunung Gede bersama rekan-rekannya.

Ia dan rombongan memilih jalur via Gunung Putri. Meskipun gerimis, Gandel tetap bergegas naik dari basecamp ke pos 1 pada pukul 08.00 WIB.

Pendakian semula berjalan lancar, sampai akhirnya mereka sampai di pos 3 dan hujan pun turun dengan derasnya.

Baca juga: Pengalaman Mistis Pramugari Naik Pesawat Angker Bikin Merinding

“Pos 3 nih, gue yang posisi masih haid agak sensi dikit. Naik dari pos 3 ke pos 4, emosi meningkat. Karena emang hujan gede juga. Kita berlima neduh tuh di shelter. Hujan agak reda dikit, kita lanjut lagi,” ungkap Gandel dikutip dari channel YouTube Sumar Adi Wijaya.

Jalur Gunung Gede Pangrango

(Foto: Okezone.com/Salman)

Gandel merasa sangat lelah. Kebetulan, perempuan itu juga sedang datang bulan, jadi emosinya tidak stabil dan sangat sensitif. Di pos 4, Gandel berceletuk asal, yang menurutnya jadi cikal-bakal kejadian menyeramkan menimpanya di Surya Kencana.

“Sampe di pos 4 gue nangis, karena ya capek gitu, mungkin. Gue nyeletuk 'capek, Bang. Gue gak mau ke sini lagi'. Nah, di situlah mulainya masalah kalau menurut gue,” katanya.

Gandel terus disemangati oleh temannya untuk terus melanjutkan pendakian. Alhasil dengan berat hati, perempuan itu menurut.

Perasaannya membaik saat sampai di Surya Kencana. Namun kembali buruk ketika ia mengikuti temannya untuk mencari posisi tenda di ujung kawasan.

Baca juga: Viral Penemuan Makam Tua Diklaim Milik Saudara Kandung Habib Husein Luar Batang

Gunung Gede Pangrango

(Foto: Pemkab Cianjur)

Menjelang maghrib, Gandel pergi ke wilayah yang dipenuhi semak belukar untuk buang air kecil. Bagi pendaki perempuan yang sedang datang bulan, mereka harus membawa kopi saat buang air kecil untuk menyamarkan bau amis. Tapi, saat itu Gandel lupa. Ketika buang air kecil, Gandel pun merasa ada sosok yang mengintipnya.

“Feeling gue waktu itu, gue tuh ada yang ngintip. Pas nengok gak ada siapa-siapa. Gue tuh feeling-nya bukan orang, kayak sesosok yang lagi ngeliatin gue. Pikiran gue tiba-tiba mikirnya, cewek lagi ngeliatin gue di belakang pohon. Di belakang gue emang ada pohon gede,” tuturnya.

Setelah kembali ke tenda, Gandel mengganti pembalut dan menyimpannya dalam kantong plastik bertabur kopi, sebelum ditaruh dalam tas.

Sejak saat itu, hal aneh Gandel rasakan. Kepalanya terasa berat. Ia sudah minum obat dan beristirahat tapi tak kunjung hilang.

Gandel berpikir bahwa ia hanya kelelahan, lalu memutuskan untuk tidur. Namun ia malah bermimpi ada di tenda dengan sesosok makhluk raksasa menyeramkan yang tengah memeluknya. Makhluk tersebut juga berbisik padanya, mengatakan jika Gandel tidak akan bisa keluar dari sini.

“Di tenda itu gue gak sendiri. Gue dipeluk sama sosok gede banget. Hitam, berbulu, matanya merah. Gue tuh dipeluk di tangannya sampai gue engap sendiri dan susah napas,” ungkap Gandel.

“Gue herannya, tenda yang gue tidurin jadi ruangan yang gede, muat sama badan sosok itu. Terus guenya jadi nyempil, kecil banget. Gue takut. Dalam tidur gue, gue pingin bangun. Ini sesak banget gue napas, tapi gak bisa,” tambahnya.

Baca juga: Napak Tilas Bangunan Peninggalan Belanda, Jembatan Gantung hingga Irigasi 7 Tingkat

Gandel berusaha bangun. Ia merapalkan banyak doa. Matanya bisa terbuka, tetapi tubuhnya masih tidak bisa bergerak.

Ketika sudah mulai tenang, Gandel menengok ke sisi kiri di mana sosok itu ada di mimpinya. Beruntungnya, Gandel tidak menemukan siapapun.

Pendaki tersebut lantas mencoba berpikiran positif dan kembali tidur karena kepalanya masih terasa berat. Lagi-lagi, sosok itu datang lagi dalam mimpinya.

“Gue mimpiin dia di belakang tenda gue, tapi posisinya tuh gue ada di luar tenda. Gue hadap-hadapan sama dia. Dia di samping gue, gue di hadapannya. Emang gak deket banget, cuma dia bilang 'elu gak bisa pergi dari sini',” kisahnya.

Gandel terus merapalkan doa hingga akhirnya ia tersadar kembali sekitar pukul 02.00 dini hari. Lalu saat adzan subuh berkumandang dari ponselnya, perempuan itu baru bisa tidur dengan tenang.

Dalam perjalanan kembali dari puncak, Gandel lagi-lagi diganggu oleh makhluk tak kasat mata. Beruntung, ia bersama rekan-rekannya dapat pulang dengan selamat.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini