Pesawat Turbulensi Parah, Seorang Pramugari Cedera Serius

Fatha Annisa, Jurnalis · Senin 22 Maret 2021 09:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 22 406 2381690 pesawat-turbulensi-parah-seorang-pramugari-cedera-serius-38omfDXgQV.JPG Ilustrasi pesawat turbulensi (Foto: Istock)

SEORANG pramugari maskapai American Airlines dilaporkan mengalami cedera serius akibat turbulensi dalam penerbangan baru-baru ini. Penerbangan mengalami turbulensi kuat saat terbang dari Cancun, Meksiko menuju Dallas, Amerika Serikat.

Kecelakaan itu terjadi pada penerbangan American Airlines AA1601 rute Cancun-Dallas pada 15 Maret 2021. Menurut laporan awal FAA, waktu kecelakaan 18.24 UTC (13.24 waktu Dallas), meskipun rincian menunjukkan turbulensi terjadi selama pendekatan terakhir di Dallas.

Data dari RadarBox menunjukkan bahwa penerbangan berangkat dari Cancun pada pukul 12.23 waktu setempat, beberapa menit lebih lambat dari jadwal keberangkatannya.

Pesawat dengan cepat mencapai ketinggian jelajah 38.000 kaki dan memulai perjalanan sekitar dua setengah jam ke Dallas. Data menunjukkan bahwa pada pukul 13.27, pesawat sedikit meningkatkan kecepatannya dan ketinggian naik menjadi 40.000 kaki.

Baca juga: Helikopter Jatuh ke Laut, 3 Orang Tewas

Infografis Turbulensi

Melansir dari laman Simple Flying, penerbangan dilanjutkan di jalur lurus ke Dallas dan mendarat dengan selamat pada 14.57 UTC. Khususnya, deskripsi laporan FAA menyatakan bahwa "pesawat menghadapi turbulensi di akhir Dallas, Tx”.

“American Airlines Penerbangan 1601 dari Cancun ke Dallas-Fort Worth mengalami turbulensi saat mendekati DFW pada 15 Maret. Boeing 777-200 mendarat tanpa insiden dan dengan selamat meluncur ke gerbang. Seorang pramugari diangkut ke rumah sakit setempat untuk evaluasi lebih lanjut,” kata Juru Bicara American Airlines dalam sebuah pernyataan.

Cedera yang dialami pramugari dikategorikan sebagai 'kecelakaan' oleh FAA. Meski turbulensi lazimnya tidak menyebabkan kerusakan struktural berarti pada pesawat, namun bukan tidak mungkin berefek pada gangguan dalam kabin.

Jika awak pesawat atau penumpang tidak mengenakan sabuk pengaman saat penerbangan mengalami turbulensi, risiko cedera bisa sangat tinggi.

Awak kabin juga berisiko lebih tinggi mengalami cedera akibat turbulensi karena mereka biasanya bekerja di sekitar kabin daripada duduk selama mengudara. Semua itu tergantung pada kategori tingkat keparahan turbulensi tersebut.

Baca juga: 150 Pengunjung Pantai Diciduk Aparat Gegara Berkerumun

Dalam menghadapi situasi turbulensi, penumpang selalu diimbau untuk tetap mengenakan sabuk pengaman selama penerbangan, terlepas dari lampu tanda menggunakan sabuk pengaman telat padam.

Tak jarang kru menangguhkan layanan kabin dan mengambil tempat duduk jika terjadi turbulensi parah. Namun, bagi awak kabin, turbulensi tetap menjadi suatu risiko pekerjaan.

Terlepas dari ancaman turbulensi, jet modern sebenarnya sudah dirancang untuk menopang sebagian besar dampak anomali cuaca yang bisa saja terjadi tiba-tiba. Kendati ada kasus beberapa penumpang yang terluka akibat turbulensi mendadak, hal itu tetap jarang terjadi, setidaknya pada jutaan penerbangan per tahunnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini