Rebutan Turun Duluan, Emak-Emak Berantem di Pesawat

Fatha Annisa, Jurnalis · Kamis 25 Maret 2021 05:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 24 406 2383503 rebutan-turun-duluan-emak-emak-berantem-di-pesawat-QGIMxdHw6c.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

DUA penumpang wanita American Airlines bertengkar saat bersiap untuk turun dari pesawat. Insiden terjadi pada penerbangan American Airlines 2275, diunggah di Twitter pada hari Minggu oleh pengguna @katebytheocean0.

"Hampir ketinggalan penerbangan lanjutan saya dengan @AmericanAir di Phoenix karena dua perempuan memutuskan untuk bertengkar tentang siapa yang turun lebih dulu dari pesawat. Tidak masuk akal," cuit Kate.

Dalam video yang diunggah, beberapa penumpang telah berdiri di lorong kabin. Mereka bersiap untuk turun dari pesawat. Naas, waktu mereka harus terbuang sia-sia karena perkelahian yang terjadi menunda kepulangan mereka.

 

Baca Juga: 2 Turis di Bali Bayar Denda Rp1 Juta Akibat Langgar Prokes Covid-19, Jangan Ditiru Ya!

Meskipun dalam video tidak terlihat adu jotos antara dua wanita yang dimaksud, teriakan mereka serta teriakan penumpang yang frustrasi dapat didengar dengan jelas. Seorang kru kabin juga terdengar melalui interkom: "Panggilan untuk penegakan hukum, panggilan untuk penegakan hukum.”

"American menerima laporan tentang dugaan pertengkaran antara dua penumpang saat menunggu untuk turun dari penerbangan 2275 dari Los Angeles (LAX) ke Phoenix (PHX)," konfirmasi juru bicara itu, sebagaimana dilaporkan Fox News.

Tidak ada cedera yang dilaporkan pada penumpang atau awak akibat insiden tersebut. Namun kejadian ini tentu merugikan bagi penumpang lain. Terdengar dalam video, beberapa penumpang meneriaki dua perempuan itu: “keluar! Keluar, sekarang!”

Sementara itu, pekan lalu, Federal Aviation Administration (FAA) memutuskan untuk memperpanjang kebijakan tanpa toleransi bagi penumpang maskapai yang sulit diatur. Kebijakan tersebut awalnya ditetapkan untuk berakhir pada 30 Maret, tetapi sekarang dijadwalkan untuk tetap berlaku sampai CDC dan TSA memutuskan untuk mencabut mandat masker mereka.

Kebijakan tanpa toleransi pertama kali diberlakukan pada bulan Januari sebagai tanggapan atas peningkatan yang mengganggu dalam perilaku yang tidak dapat diatur. Ketika mengumumkan perpanjangan kebijakan FAA minggu lalu, Ketua FAA Steve Dickson mengatakan insiden perilaku yang mengganggu masih terlalu tinggi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini