Wisatawan Kecewa Diusir dari Pantai Sanur, Pengelola Hotel: Kawasan Ini Milik Publik

Fatha Annisa, Jurnalis · Kamis 25 Maret 2021 12:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 25 406 2383805 wisatawan-kecewa-diusir-dari-pantai-sanur-pengelola-hotel-kawasan-ini-milik-publik-O2QqIvbaZ5.jpg Pantai Sanur. (Foto: Instagram mirahsugandi)

UNGGAHAN viral berisi kekecewaan wisatawan yang diusir oleh satpam resor Puri Santrian Bali di Pantai Sanur akhirnya mendapat tanggapan dari pihak resor. Sekuriti yang bersangkutan membuat klarifikasi melalui video yang diposting di Instagram @mirahsugandhi.

Dalam video, satuan pengamanan bernama Alit menjelaskan bahwa ia hanya menjalankan tugas untuk menertibkan kawasan pantai. Alit memohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian yang membuat Mirah, wisatawan yang ia usir dari Pantai Sanur, marah.

Baca Juga: Viral Wisatawan Diusir dari Pantai Sanur: Hello Ini Bukan untuk Tamumu Aja Ya

 pantai

“Mohon maaf untuk kejadian kemarin. Tidak ada maksud saya untuk berniat tidak baik. Saya cuma menjalankan tugas dan menertibkan pantai dan sekitarnya. Cuma itu yang bisa saya sampaikan, saya mohon maaf. Om santhi santhi santhi om,” ujar Alit.

Mirah juga berterima kasih kepada warganet yang telah membantu memviralkan videonya. Ia mengaku telah bertemu manajemen resor. Mereka mengatakan pantai yang Mirah datangi sebelumnya merupakan milik publik, bukan milik hotel.

Mirah mengajak para wisatawan untuk tetap berkunjung ke Pantai Sanur, meskipun mereka bukan pengunjung Puri Santrian atau penginapan-penginapan lain di sekitar kawasan pantai. Karena semua pantai yang ada di Bali adalah milik umum.

“Hari ini manajemen dari pihak Puri Santrian sudah mengklarifikasi bahwa pantai yang ada di depan Puri Santrian itu milik publik dan bukan milik pribadi. Buat teman-teman yang pingin lancong ke depan Puri Santrian, dipersilakan dan itu pun berlaku di seluruh Bali. Jadi, pantai itu milik publik.”

“Buat teman-teman yang pingin lancong ke depan Puri Santrian, dipersilakan dan itu pun berlaku di seluruh Bali. Jadi, pantai itu milik publik.”

“Semoga dari kejadian ini tidak ada diskriminasi lagi untuk masyarakat lokal untuk berkunjung ke pantai,” ujar laki-laki di samping Mirah.

Video klarifikasi tersebut telah dilihat oleh 33.358 orang dalam kurun waktu 5 jam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini