Pariwisata Aceh Dibuka, Kemenparekraf Tegaskan Wisatawan Patuh Prokes

Erfan Maaruf, Jurnalis · Kamis 25 Maret 2021 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 25 406 2383826 pariwisata-aceh-dibuka-kemenparekraf-tegaskan-wisatawan-patuh-prokes-v3EfazuaPv.jpg Pantai di Aceh. (Foto: Instagram mhaniiff)

PARIWISATA di Aceh perlahan dibuka. Namun wisatawan harus sadar dan mematuhi protokol kesehatan.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreaktif (Kemenparekraf) mengajak pengunjung dan penyedia pariwisata bertanggung jawab mengikuti protokol kesehatan secara ketat. Hal itu penting dilakukan untuk memastikan pergerakan pariwisata terus terjadi.

Baca Juga: Viral Wisatawan Diusir dari Pantai Sanur: Hello Ini Bukan untuk Tamumu Aja Ya

aceh

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwasata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Nia Niscaya mengatakan, selah mengalami pukulan berat akibat pandemi Covid-19. Saat ini pariwisata harus mulai bergerak harus mengikuti protokol kesehatan ketat.

"Masyarakat sudah rindu ingin liburan. Jadilah traveler yang bertanggung jawab. Provider sudah siapkan protokol kesehatannya, dan kita sebagai tamu juga harus sama-sama bertanggung jawab menerapkannya prokes," kata Nia, di Aceh, Kamis (25/3/2021).

Dia menjelaskan, saat ini fokus pemerintah adalah bagaimana kembali menggeliatkan sektor pariwisata, dengan tantangannya adalah protokol kesehatan. Penyedia dan pengunjung pariwisata bekerja sama saling menjaga dengan penuh tanggung jawab.

"Tantangannya adalah penegakan prokes. Ini tidak bisa main-main. Regulasi sudah ada, tapi challenge-nya adalah penegakannya. Dibutuhkan kesadaran semua pihak. Penyedia sudah memberikan prokes, tapi tamu harus tahu diri juga. Kita sama-sama. Karena masker bukan cuma lindungi diri sendiri, tapi juga ke semua," imbuhnya.

Nia menyebut, saat ini pandemi Covid-19 diketahui akan berakhir sampai kapan. Dengan tidak diketahuinya kapan berakhir pandemi, saat ini hal harus dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

"Kita tidak pernah tahu kapan pandemi berakhir. Sekarang bukan soal does and donts, tapi how. How-nya ini salah satunya dengan penerapan prokes. Ini satu langkah menghadapi adaptasi baru," tutup Nia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini