Labuan Bajo Kembangkan Agrowisata Kopi, Kapasitas SDM Dipersiapkan

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 25 Maret 2021 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 25 406 2384076 labuan-bajo-kembangkan-agrowisata-kopi-kapasitas-sdm-dipersiapkan-nPoyaFUVgm.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

LABUAN Bajo rupanya sedang mengembangkan wisata kopi. Karena itu, pemerintah setempat akan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor agrowisata kopi.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fatina. Pengembangan ini sangat mendesak agar dapat meningkatkan produktivitas olahan kopi, atraksi agrowisata, dan pengembangan desa wisata, yang berujung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kami sedang mengembangkan desa agrowisata kopi di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur. BOPLBF bersinergi dengan pemerintah daerah, asosiasi petani kopi, dan para pemangku kepentingan di sektor agrowisata untuk menciptakan sumber daya andal,” kata Shana melalui keterangan tertulis pada Kamis (25/3/2021).

Dikatakanya, saat ini BOPLBF sedang mempersiapkan pengembangan desa wisata di segmentasi agrowisata kopi. SDM yang ada, juga dapat menjalankan fungsi koordinasi, pemasaran, promosi, dan pengaturan harga, dan penyediaan informasi.

Baca Juga: Curhat Penenun Ulos Hadapi Pandemi: Saya Bangkit dan Semangat Lagi

“Operasionalnya, kami serahkan kepada masyarakat setempat,” kata Shana.

 kopi

Agar berhasil, kata Shana, BOPLBF mengadakan benchmarking ke sejumlah kota di Pulau Jawa. Seperti Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah, dengan mengikutsertakan perwakilan pemerintah, yakni Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Asosiasi Petani Kopi Jahe Manggarai (APEKAM), Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) yang bertujuan meningkatkan kapasitas SDM di sektor agrowisata kopi.

Di Kota Magelang, lanjut Shana, para peserta berkunjung ke MesaStila Resort yang berlokasi di dalam kawasan kebun kopi seluas 22 hektare. Di sana SDM yang mengikuti kunjungan, belajar banyak tentang kopi.

Apalagi MesaStila kini dikenal sebagai Kebun Kopi Karangrejo, beroperasi sejak 1920. Pemiliknya saat itu adalah Gustav van Der Swaan, orang Indonesia keturunan Belanda.

Di kebun kopi Karangrejo ditanami empat jenis kopi, yaitu Robusta, Arabika, Liberica /Excelsa dan Jawa. Semua bisa dipanen setahun sekali.

Selain Magelang, para peserta juga akan mengunjungi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Banyuwangi (Jawa Timur), dan Jember (Jawa Timur).

“Kami melakukan benchmarking ke Magelang, Yogyakarta, Banyuwangi, dan Jember."

"Diharapkan kegiatan ini menjadi titik awal pengembangan desa wisata, khususnya agrowisata kopi sehingga nantinya akan tercipta pengembangan produk olahan kopi dan atraksi dari agrowisatanya,” jelas Shana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini