Bangunan Gereja Katedral Makassar Tertua di Sulawesi Selatan

Fatha Annisa, Jurnalis · Senin 29 Maret 2021 03:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 28 408 2385566 bangunan-gereja-katedral-makassar-tertua-di-sulawesi-selatan-TcBk0XscuP.jpeg Suasana sekitar gereja. (Foto: Sindonews)

PADA Minggu 28 Maret 2021, masyarakat dikejutkan dengan ledakan yang terjadi di Gereja Katedral Makassar usai perayaan Minggu Palma. Tragedi yang diduga bom bunuh diri itu menyebabkan belasan orang terluka.

Gereja Katedral Makassar bukan hanya gereja tertua di Makassar, melainkan di seluruh Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Bangunan bergaya Eropa gothic itu sudah ada sejak 1898 di jantung Kota Makassar. Hingga kini gereja yang bernama Gereja Hati Kudus Yesus itu masih dijaga keaslian bangunannya.

Mengutip dari laman Kemendikbud, pendirian Gereja Katedral Makassar bermula pada tahun 1525 ketika agama Katolik mulai masuk ke Makassar. Saat itu tiga pastor dan misionaris dari Portugal, yaitu Pastor Antonia do Reis, Cosmas de Annunciacio, Bernardinode Marvo, dan seorang bruder mengunjungi Makassar. Diikuti dengan Pastor Vincente Viegas yang datang dari Malaka.

Pada 1633, Raja Gowa yang pertama memeluk Islam, Sultan Alauddin, bersama beberapa raja penggantinya memberikan kebebasan kepada umat Katolik untuk mendirikan Gereja. Sayangnya gejolak politik antara VOC dan orang-orang Portugis menyebabkan para rohaniawan Portugis tersingkir dari Makassar.

 Gereja

(Foto: tropenmuseun.nl/Kemendikbud)

Di 1660 Malaka jatuh ke tangan VOC dan perjanjian Batavia ditandatangani, menyebabkan Sultan Hasanuddin diharuskan mengusir semua orang portugis dari Makassar. Selama 225 tahun lamanya, tidak ada pastor yang menetap di Makassar. Umat Katolik yang masih ada hanya sesekali dilayani dari Surabaya atau Larantuka.

Lalu pada 1892, Pastor Aselbergs, SJ, dipindahkan dari Larantuka menjadi Pastor Stasi Makassar dan tinggal di kawasan yang kini dikenal dengan Jalan Sultan Hasanuddin. Barulah di tahun 1895, Gereja Katedral Makassar dibangun di sebidang tanah di Komedistraat (kini Jl. Kajaolalido).

Bangunan Gereja Katedral Makassar terdiri dari bangunan utama untuk ruang ibadah utama dan menara pada bagian depan. Luas arealnya berukuran 8.006 meter persegi. Beragam vegetasi yang mengelilingi gereja membuat suasana menjadi lebih sejuk. Posisi gereja yang berada di sudut jalan Kajaolalido dan Jalan Thamrin pun memudahkan akses para jemaat untuk masuk.

Sementara itu, bagian dalam bangunan terdiri dari bagian ruang ibadah utama dengan sebuah altar setinggi 50 sentimeter. Ruang altar ini berbentuk setengah segi delapan sehingga ada tiga sisi serta bangunan tambahan yang menyambung dengan bagian belakang yang difungsikan sebagai rumah ibadah harian.

Katedral

Gereja ini merupakan pusat kegiatan umat Kristiani. Selain bangunan utamanya yang memiliki nilai sejarah, ada tiga buah lonceng di sisi selatan gereja yang juga antik. Lonceng tersebut merupakan pemberian Mr. Scharpf pada tahun 1923 dan diletakkan dalam sebuah menara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini