Tak Perlu ke Paris, Museum Louvre Kini Bisa Dikunjungi Secara Virtual

Fatha Annisa, Jurnalis · Rabu 31 Maret 2021 02:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 408 2386516 tak-perlu-ke-paris-museum-louvre-kini-bisa-dikunjungi-secara-virtual-iUjtfVsRz8.jpg Museum Louvre di Paris (Architectmagazine.com)

MUSEUM Louvre yang mememerkan puluhan ribu karya seni kini bisa dikunjungi secara virtual. Pengunjung tidak perlu lagi repot-repot terbang ke Paris untuk melihat karya yang disimpan dalam museum seni terbesar dan paling banyak dikunjungi turis di dunia tersebut.

Museum Louvre mengoleksi hampir 35 ribu benda dari zaman prasejarah hingga abad ke 19. Salah satu koleksi paling terkenal adalah lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci.

Baca juga: Fakta Pulau Terkutuk, Dihuni 'Monster' dan Banyak Orang Hilang Misterius

Melansir Lonely Planet, Selasa (30/3/2021), kekayaan koleksi Louvre kini dapat dilihat pada platform baru yang menyatukan semua karya seni museum di satu tempat. Situs web baru yang lebih ramah pengguna serta imersif telah diluncurkan.

Untuk pertama kalinya, seluruh koleksi Louvre tersedia secara online, baik karya yang dipamerkan di museum, gudang atau dalam pinjaman jangka panjang di lembaga Prancis lainnya.

Dirancang oleh peneliti dan pecinta seni yang penasaran, lebih dari 482.000 entri dapat dilihat secara gratis.

Baca juga: Fakta-Fakta Perayaan Saint Patrick's Day yang Identik dengan Hijau

Karya yang bisa dinikmati antara lain karya dari Louvre dan Musée National Eugène-Delacroix dan patung dari kebun Tuileries dan Carrousel. Ada juga karya dari Musées Nationaux Récupération, yang ditemukan setelah Perang Dunia II dan dipercayakan ke Louvre sampai dapat dikembalikan ke pemiliknya yang sah.

Situs ini menawarkan beberapa cara untuk mempelajari koleksi termasuk pencarian sederhana atau lanjutan, entri menurut departemen kuratorial atau album bertema.

Peta interaktif akan membantu pengunjung mempersiapkan atau memperpanjang kunjungan mereka, dan memungkinkan mereka untuk menjelajahi ruang demi ruang dalam museum. Diperbarui secara berkala oleh para ahli museum, database akan terus berkembang dan mencerminkan kemajuan dalam penelitian.

Cara kedua untuk mengagumi karya seni dari museum adalah melalui situs web barunya. Dibagi menjadi tiga bagian utama dan berfokus pada karya-karya dalam koleksi dan pengaturan mewah yang mereka tampilkan.

Situs ini mengundang pengunjung untuk menghargai bekas istana saat mereka berpindah dari satu ruang ke ruang lainnya.

Dalam situs tersebut tersedia bahasa Prancis, Inggris, Spanyol, dan China. Situs ini dapat dikunjungi di tablet dan komputer. Tetapi ditujukan terutama untuk pengguna ponsel cerdas. Ini dirancang agar tetap selaras dengan Louvre, mengingat museum mengembangkan lebih banyak konten digital lagi.

“Louvre sedang membersihkan harta karunnya, bahkan yang paling tidak terkenal. Warisan budaya Louvre yang menakjubkan kini hanya dengan sekali klik. Saya yakin konten digital ini akan semakin menginspirasi orang untuk datang ke Louvre untuk menemukan koleksi secara langsung,” kata Jean-Luc Martinez, Presiden Direktur Muséum Louvre.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini