Mudik Lebaran 2021 Dilarang, Sandiaga Uno: Bisa Staycation

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 31 Maret 2021 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 31 406 2386898 mudik-lebaran-2021-dilarang-sandiaga-uno-bisa-staycation-j2dsMK3XXY.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mendorong masyarakat untuk staycation pada momen Lebaran 2021 mendatang. Seiring dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) yang melarang mudik Lebaran tahun ini.

Sandi menyebut, kebijakan tersebut sangat penting dalam menekan angka penularan Covid-19. Ia sangat mendukung kebijakan Jokowi sebagai upaya mengakhiri pandemi covid-19.

"Kami ingin memberikan penekanan verbal bahwa Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sangat mendukung keputusan pemerintah untuk meniadakan mudik pada akhir Ramadan ini sebagai langkah tegas memutus mata rantai covid-19," ungkapnya siaran tertulis.

Sandi mengatakan, masyarakat tak usah kecewa, karena masih bisa memanfaatkan program staycation bagi yang tidak bisa mudik. Ia berencana melakukan pembukaan destinasi wisata di kota, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

 Sandi

"Ini menjadi suatu peluang buat kita menciptakan produk-produk seperti staycation, kegiatan untuk masyarakat yang tidak mudik tahun ini," katanya.

Selain itu, Sandi juga mendorong pelaku parekraf untuk tetap bangkit dengan melakukan berbagai strategi. Feputi di Kemenparekraf Republik Indonesia untuk menyusun langkah inovatif guna menolong para pelaku usaha parekraf.

"Jadi saya ingin menggaris bawahi, tidak ada pertentangan di antara pemerintahan, kami sangat mendukung keputusan, justru ini menjadi suatu peluang untuk kita berkolaborasi dan saya yakin dengan menekan penularan covid-19 ini kita juga mampu meningkatkan penjualan produk-produk ekonomi kreatif," tambahnya.

Walau terbatas kehadiran fisik, Anda bisa memanfaatkan e-commerce. Sehingga, beragam produk kuliner, fesyen, kerajinan (kriya) maupun produk-produk ekonomi kreatif yang lainnya dapat tetap dikirimkan ke kampung halaman.

Sedangkan destinasi wisata, seperti desa wisata, destinasi wisata lainnya, taman-taman rekreasi bisa menyesuaikan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin dengan penerapan PPKM berskala mikro.

"Saya sangat yakin bahwa kita bisa mampu beradaptasi dan menyesuaikan dengan keputusan pemerintah," imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini