Konjen China Bantu Promosikan Pariwisata Bali & Nusa Tenggara

Antara, Jurnalis · Rabu 31 Maret 2021 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 31 406 2386926 konjen-china-bantu-promosikan-pariwisata-bali-nusa-tenggara-KKJ243kZDq.JPG Konjen China di Denpasar, Bali, Mr. Zhu Xinglong (Foto: Antara/Ayu Khania)

KONSULAT Jenderal (Konjen) China di Denpasar, Bali bersedia membantu mempromosikan sumber daya pariwisata Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) ke negeri berjuluk Tirai Bambu itu serta membantu pelaku pariwisata untuk menjalin komunikasi.

"Instansi pariwisata kedua negara harus memperkuat dialog dan komunikasi, mendorong stakeholder misalnya pemerintah, lembaga penelitian, asosiasi dan perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata, untuk melakukan diskusi tentang kondisi dan peluang kerja sama pariwisata pasca-pandemi Covid-19. Tentu kami bersedia juga membantu mempromosikan pariwisata Bali-Nusra (Nusa Tenggara) ke China," kata Konjen China di Denpasar, Zhu Xinglong dalam sebuah webinar.

Menurut dia, kerja sama di bidang pariwisata merupakan bagian penting dalam pertukaran sosial budaya, selain perannya yang akan ikut mendorong pemulihan ekonomi suatu negara.

Baca juga: Pengelola Tempat Wisata Wajib Terapkan Protokol Kesehatan Cegah COVID-19

Kemudian, kerja sama pariwisata kata dia, juga dapat dilakukan dengan meningkatkan pelatihan SDM yang berbahasa Mandarin, meningkatan kesehatan lingkungan dan kualitas pelayanan.

"Saya senang melihat para pelaku industri pariwisata Bali telah mulai vaksinasi, saya yakin ini akan secara efektif menjamin keselamatan dan kesehatan para pelaku wisata, sekaligus memberikan kepercayaan kepada wisman yang akan berkunjung," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Konjen China di Denpasar, Mei Yuncai mengatakan, Bali jadi tujuan favorit bagi turis China.

"Banyak anak-anak muda di China ingin pergi ke Bali, namun karena kondisi Covid belum kondusif, tidak sedikit juga yang menunda, salah satunya untuk kegiatan wedding dan sebagainya," kata Mei.

Dikatakannya, hingga saat ini tercatat masih ada 100 turis China yang bertahan. Dominan karena ada yang sudah menikah dengan orang lokal Bali, memiliki bisnis atau usaha yang dikembangkan dan masih berkeinginan tinggal di Bali.

"Kondisi di Bali sudah cukup kondusif dan kami sangat mendukung wisatawan ke Bali, di China juga sudah cukup bagus tapi sekarang mengingat beberapa negara di luar negeri masih belum membaik. Untuk sementara ini belum mengizinkan warga China untuk berkunjung ke Bali," jelasnya.

Baca juga: 'Bumi Komodo' Berguru pada Bali Majukan Industri Pariwisata

Ia menjelaskan, sejak tahun 2017, jumlah wisatawan China yang berkunjung ke Bali melebihi satu juta jiwa selama tiga tahun berturut-turut dan menjadikan wisman asal Negeri Tirai Bambu sebagai sumber utama bagi pariwisata Bali.

Sementara karena pandemi Covid-19, jumlah kunjung warga Tiongkok ke luar negeri menurun pada tahun 2020.

"Kami sering menerima email atau pesan dari warga Tionghoa yang menanyakan tentang situasi pandemi dan pariwisata di Bali. Banyak turis China sangat berharap untuk berkunjung kembali ke Bali setelah pandemi," tutup Mei.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini