Larangan Mudik Lebaran 2021 Berpeluang Dorong Staycation

Antara, Jurnalis · Rabu 31 Maret 2021 18:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 31 406 2386957 larangan-mudik-lebaran-2021-berpeluang-dorong-staycation-oEJ8VfEkv5.JPG Ilustrasi Staycation (Foto: Besthotel)

WAKIL Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO), Anton Sumarli menyebut, imbauan pemerintah yang melarang masyarakat untuk mudik tahun ini demi mencegah lonjakan kasus positif Coid-19 bisa jadi peluang meningkatkan staycation.

"Tentunya larangan mudik ini akan membuka peluang bagi hotel untuk mendapatkan sales volume dengan opsi staycation dari masyarakat," kata Anton.

Di sisi lain lanjutnya, larangan untuk berlibur akan mempengaruhi para operator wisata di berbagai daerah, termasuk pulau Bali yang betul-betul bergantung kepada wisatawan.

Baca juga: Mudik Dilarang, Ini Solusi Sandiaga Uno bagi Pelaku Usaha Parekraf

"Kita berharap libur lebaran boleh dilakukan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat seperti PCR dan lain sebagainya," lanjutnya.

Sebelumnya, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menerima imbauan larangan mudik oleh pemerintah tapi di sisi lain berharap pemerintah membantu pelaku di industri wisata agar arus kas bisa tetap berjalan lancar dengan intervensi dan dana stimulus.

Pemberlakuan larangan mudik berlaku pada 6-17 Mei 2021 bagi seluruh masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), TNI dan Polri, karyawan swasta maupun pekerja mandiri.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno meminta masyarakat mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak melakukan mudik pada momentum libur lebaran tahun ini guna menekan penyebaran Covid-19.

"Soal mudik, Kemenparekraf akan mendukung secara penuh keputusan pemerintah yang melarang mudik di 2021," kata Sandi dalam Weekly Press Briefing, Senin lalu.

Mantan Wagub DKI Jakarta itu menjelaskan, larangan untuk mudik diambil pemerintah guna mencegah penyebaran Covid-19 di tengah pergerakan masyarakat yang besar dalam waktu bersamaan.

Meski di sisi lain ia mengakui momen libur lebaran telah dinanti para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mendulang peluang. Masyarakat tetap dapat mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan memilih destinasi yang ada di sekitar dengan memerhatikan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini