CVR Sriwijaya Air Ditemukan, Rekaman Suara Capt Afwan Akan Diungkap

Fatha Annisa, Jurnalis · Kamis 01 April 2021 13:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 406 2387785 cvr-sriwijaya-air-ditemukan-rekaman-suara-capt-afwan-akan-diungkap-FeMv0Hrr0K.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

COCKPIT Voice Recorder (CVR) Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di sekitar perairan Kepulauan Seribu Januari lalu akhirnya ditemukan. Waktu hampir tiga bulan untuk menemukan benda penting itu, memunculkan spekulasi tim investigasi akan kesulitan untuk membuka rekaman suara Pilot Kapten Afwan dengan ATC.

Black box atau kotak hitam di mana CVR berada berisi data penting yang sifatnya sensitif. Itu tidak bisa dibuka di lokasi kejadian dan harus diamankan terlebih dahulu untuk dibuka oleh pihak yang memiliki otoritas dan kewenangan dalam melakukannya. Informasi terkait jenis kotak hitam yang digunakan dan penerbangan yang mengalami kecelakaan pun harus dikirimkan kepada Vehicle Recorder Division dan spesialis black box.

 cvr

Baca Juga: Berlibur ala Bali di Sentul, Cuma 1 Jam dari Jakarta

Dalam proses pembukaan black box terdapat banyak peraturan yang harus dilakukan. Contohnya, pengemasan kotak hitam harus dikemas di tempat penemuannya. Jika kotak hitam tersebut ditemukan di dalam air, maka pengemasan harus dilakukan di dalam air juga. Benda itu harus dimasukkan ke dalam kotak dan dilapisi dengan bubble wrap atau gabus demi melindunginya dari segala kecelakaan tak terduga selama pengiriman.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merupakan pihak yang berwenang untuk memeriksa black box. Data dalam kotak hitam akan diunduh, sebelum kemudian disimpan dalam format digital oleh pihak pemeriksa guna menjaga keamanan data.

Ketua KNKT Soerjanto Cahyono mengatakan, pihaknya akan membawa CVR ke laboratorium untuk dilakukan proses pembacaan data atau penganalisaan.

"CVR ini nanti kita kan bawa ke laboratorium dan kita akan proses untuk pembacaan (data)," kata Soerjanto di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (31/3/2021).

Soerjanto mengatakan bahwa pembacaan data CVR akan memakan waktu selama 3-7 hari ke depan dan akan dicocokkan dengan data flight data recorder (FDR) alias perekam data penerbangan.

"Sehingga kita bisa menganalisa kenapa data dari FDR kok seperti ini, dan bagaimana situasi di kokpitnya. Tanpa CVR, memang di dalam kasus Sriwijaya SJ-182 ini akan sangat sulit menentukan penyebabnya," ucap Soerjanto.

Data yang sudah terbaca kemudian dikoordinasikan melalui jalur komunikasi yang aman. Data tersebut akan disampaikan ke pihak-pihak yang ada di tempat kejadian. Beberapa data kecelakaan pesawat pada black box divisualisasikan dalam bentuk animasi agar mudah dipahami oleh orang awam. 

Pembuatan ini memerlukan informan khusus sebagai sumber untuk melengkapi data primer dari black box.

Animasi yang dibuat tidak dipublikasikan secara bebas, kecuali pada waktu yang telah ditentukan. Animasi tersebut harus diteliti dahulu sebelum dirilis.

Langkah selanjutnya adalah laporan akhir yang berisi informasi tentang jenis kotak hitam yang dibaca, kerusakan yang telah didokumentasikan, beserta metode ekstraksi data yang digunakan. Setelahnya, pemeriksa me-review dan memastikan laporan akhir yang disampaikan ke pihak pengirim atau pemilik black box sudah tepat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini