Cokelat Hadiah Ratu Victoria untuk Tentara Inggris 121 Tahun Lalu Ditemukan Utuh

Suci Wulandari Putri, Jurnalis · Kamis 01 April 2021 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 406 2387934 cokelat-hadiah-ratu-victoria-untuk-tentara-inggris-121-tahun-lalu-ditemukan-utuh-5c7e3UkQVJ.jpg Cokelat hadiah Ratu Victoria untuk pasukan Inggris berusia 121 tahun (Nation Trust/Reuters)

SEBATANG cokelat berusia 121 tahun yang dipesan oleh Ratu Victoria untuk pasukan Inggris yang bertempur di Afrika Selatan, telah ditemukan di kaleng aslinya di loteng rumah seorang bangsawan Inggris.

Cokelat itu milik bangsawan Inggris yang bertempur dalam Perang Boer Kedua, Sor Henry Edward Paston-Bedingfield. Cokelat tersebut ditemukan dalam kotak helmnya di rumah leluhur keluarganya, Oxburgh Hall yang berusia 500 tahun di Norfolk, Inggris timur.

Baca juga: Nekat Liburan ke Luar Negeri, Denda Hampir Rp100 Juta Bakal Menanti

“Meskipun, anda tidak menginginkannya sebagai suguhan Paskah, itu masih lengkap dan penemuan yang luar biasa,” kata Anna Forrest, Kurator Warisan Budaya di Nation Trust seperti dilansir dari Reuters, Kamis (1/4/2021).

Kemasaan cokelat itu berbentuk kaleng, dengan tutup kalengnya bertuliskan tulisan tangan Victoria “wish you a happy New Year (semoga tahun barumu bahagia)” dan juga tulisan “Afrika Selatan 1900.”

Nation Trust mengatakan pihaknya yakin Henry menyimpan helm dan coklat sebagai kenang-kenangan dari partisipasinya dalam peperangan dahulu.

Barang-barang tersebut ditemukan di antara barang putrinya, Frances Greathead, yang ditemukan setelah kematiannya pada usia 100 tahun pada 2020.

Baca juga: Pulihkan Pariwisata, Uni Eropa Segera Luncurkan Paspor Vaksin Covid-19

Tahun 1899 hingga 1902, merupakan waktu terjadinya perang antara pasukan Inggris melawan pasukan dua negara Afrika Selatan, yakni disebut Perang Boer Kedua. Perang saat itu terjadi di tempat ditemukannya simpanan emas dan berlian dalam jumlah besar.

Untuk meningkatkan semangat pasukan Inggris, saat itu Victoria meminta 100.000 batang cokelat agar dikirim ke pasukan Inggris di Afrika.

Produsen cokelat yang terlibat saat itu yaitu Cadbury, Fry, dan Rowntree. Tiga produse itu dijalankan oleh Quaker, yang menentang perang. Maka mereka menolak untuk menerima pembayaran atas pesanan dan mengemas cokelat dalam kaleng yang tidak bermerek.

Namun, Ratu Inggris bersikeras bahwa tentara Inggris harus tahu makanan yang dikirim itu merupakan makanan yang datang dari rumah mereka, yaitu Inggris.

Alhasil produsen cokelat mengalah dan mencap beberapa cokelat, meskipun bukan kalengnya.

Nation Trust mengatakan sangat jarang untuk mengetahui siapa pemilik asli cokelat ini, dan di masa sekarang jarang menemukan cokelat ini karena sebagian besar tentara pada saat itu menerima makanan yang dikirimkan dari Inggris.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini