Deretan Tradisi Perayaan Paskah di Indonesia

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Jum'at 02 April 2021 00:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 406 2388021 deretan-tradisi-perayaan-paskah-di-indonesia-ColzxDrUk9.jpg Tradisi penyaliban saat Paskah (Indonesia Travel)

PASKAH dirayakan umat Kristen tiap tahun untuk mengenang kebangkitan Yesus Kristus. Masyarakat Kristiani di Indonesia juga juga memiliki tradisinya tersendiri dalam merayakan Paskah.

Perayaan Paskah di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Manado telah menganut adat yang lebih kebarat-baratan.

Mereka yang merayakan biasanya akan berpartisipasi dalam kebaktian gereja kemudian menghabiskan hari dengan keluarga dan teman-teman berpesta dengan makanan enak dan mengadopsi tradisi seperti Kelinci Paskah dan berburu Telur Paskah.

Baca juga: Fakta-Fakta Perayaan Saint Patrick's Day yang Identik dengan Hijau

Namun, di bagian lain Indonesia, ritual dan adat istiadat Paskah mungkin memiliki pandangan yang lebih unik. Berikut adalah ragam tradisi Paskah di Indonesia seperti dilansir dari Indonesia Travel :

1. Semana Santa

Di kota Larantuka, Flores Timur, masyarakat setempat merayakan Semana Santa (atau biasa disebut Pekan Suci). Ritual empat hari ini dimulai dengan Rabu Trewa (Rabu Abu) dimana jemaah berkumpul di kapel untuk berdoa dan mengenang pengkhianatan Yesus Kristus oleh Yudas Iskariot.

Ilustrasi

Paskah di Manado (Okezone)

Pada Kamis Putih, jemaah berpartisipasi dalam ritual Tikam Turo di mana prosesi tersebut disiapkan dengan meletakkan lilin di sepanjang jalan sejauh 7 Km.

Ritual lain pada hari ini berlangsung di kapel Tuan Ma (Perawan Maria), di mana patung Bunda Maria akan dimandikan dan didandani dengan selembar kain beludru hitam, ungu atau biru menandakan berkabung.

Puncak dari ritual ini yaitu pada hari Jumat Agung atau Sesta Vera yang merupakan hari penyaliban. Puncak dari Sesta Vera adalah ketika patung Yesus Kristus dibawa dan ditempatkan di tengah ritual di samping patung Bunda Maria (Mater Dolorosa - ibu yang berduka). Sabtu Santo (Sabtu Suci) dan Minggu Paskah (hari kebangkitan) berikutnya, menandai akhir Pekan Suci.

Baca juga: 11 Atraksi Perayaan Natal Paling Menakjubkan di Dunia, dari China hingga California

Namun dikarenakan kasus COVID-19 di kota Flores yang masih tinggi, Pemerintah Daerah Flores Timur memutuskan untuk meniadakan Prosesi Semana Santa 2021 di Kota Larantuka.

2. Kure

Kure adalah sebuah tradisi Paskah yang dirayakan oleh masyarakat Kote di kota Noemuti, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.

Pada Kamis Putih dan Jumat Agung, umat Katolik akan berjalan sebagai peziarah dari satu rumah ke rumah lain untuk berdoa bersama dan merenungkan Sengsara Yesus Kristus.

Kata Kure berasal dari kata Latin 'Currere' yang artinya berlari atau berjalan. Umat paroki mengatakan bahwa tradisi tersebut merupakan warisan misionaris Portugis yang memperkenalkannya pada tahun 1642.

Ritual dimulai dengan pembersihan salib dan patung Yesus Kristus dan Bunda Maria dan diakhiri dengan persembahan berupa uang, buah-buahan, sayur mayur dan lontar yang dipersembahkan kepada Tuhan. Sesajen ini kemudian dibagikan kepada para peziarah, kelompok doa dan peserta ritual lainnya.

3. Momento Mori

Di Kalimantan Tengah, ritual Momento Mori dirayakan oleh komunitas Kristen. Momento Mori adalah bahasa Latin untuk 'ingatlah kamu akan mati' dan diyakini bahwa ini diperkenalkan pada abad ke-19, selama penjajahan Belanda.

Ritual ini dilakukan pada Sabtu Suci dan melibatkan jemaah anggota keluarga di kuburan orang yang dicintai. Keluarga akan berkumpul sepanjang malam hingga fajar keesokan harinya di mana mereka akan menyalakan lilin dan mengatur bunga di atas situs kuburan.

Saat fajar menyingsing di hari Minggu Paskah, akan disediakan tenda oleh gereja bagi para peziarah untuk melanjutkan perayaan dan ibadah Paskah mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini